BERAU TERKINI — Penanganan sampah di objek wisata unggulan Pulau Derawan masih menghadapi kendala besar menjelang lonjakan wisatawan pada musim libur akhir tahun.
Penumpukan sampah plastik dilaporkan kerap tak terkendali akibat terbatasnya sarana pengangkutan menuju daratan Tanjung Batu.
Camat Pulau Derawan, Ariyanto, mengungkapkan, pengangkutan sampah ke Tanjung Batu saat ini hanya mengandalkan kapal berkapasitas terbatas sebanyak dua kali dalam sepekan.
Selain itu, kegiatan gotong royong warga juga rutin digelar sebulan sekali mulai dari pintu gerbang masuk hingga Dermaga Sidayang.

“Ini bukan main sampah-sampahnya, sampah plastik kiri-kanan ini bukan main banyaknya. Kami melaksanakan pembersihan kurang lebih empat truk waktu itu, itu hanya beberapa jam saja di hari Jumat,” ungkapnya kepada Berauterkini, Kamis (29/10/2026).
Meski pengangkutan dan pembersihan rutin berjalan, Ariyanto menilai penanganan belum maksimal lantaran minimnya ukuran kapal pengangkut serta terbatasnya dukungan anggaran operasional.
“Setelah saya lihat, sampah itu setelah dikumpulkan oleh petugas akan dibawa ke Tanjung Batu. Dalam satu minggu ada dua kali pengangkutan melalui kapal,” katanya.
Mengingat tingginya sampah harian dari aktivitas pariwisata, ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk menempatkan petugas kebersihan khusus di area strategis.
“Tentunya kami berharap pada DLHK Berau, karena ini harus ada juga penyapu jalanan, terutama di Dermaga Sidayang,” harapnya.
Ariyanto menegaskan, tanpa penambahan armada kapal pengangkut dan kebersihan dari DLHK, persoalan tumpukan sampah akan terus berulang di destinasi wisata kebanggaan Berau tersebut.
“Karena sampah-sampah itu kita bersihkan nanti tidak sampai satu pekan sudah menumpuk lagi,” tutupnya. (*)
