BERAU TERKINU – Beragam produk unggulan Kecamatan Maratua turut meramaikan Berau Expo 2026 melalui stan Kecamatan Maratua.
Produk yang ditampilkan berasal dari empat kampung dengan keunggulan masing-masing, mulai dari olahan hasil perikanan hingga kerajinan tangan berbahan limbah pantai.
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi ekonomi lokal sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Rini, yang berada di stan Kecamatan Maratua, menjelaskan bahwa terdapat empat kampung yang masing-masing memiliki produk unggulan berbeda, yakni Kampung Teluk Alulu, Teluk Harapan, Bohe Silian, dan Payung-Payung.
“Di Maratua, kami mengangkat empat produk unggulan dari masing-masing kampung. Tentunya setiap kampung memiliki produk yang berbeda-beda,” jelas Rini.
Ia menerangkan, Kampung Bohe Silian mengandalkan hasil perikanan sebagai potensi utama masyarakat.
Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan, sehingga ikan menjadi salah satu komoditas yang melimpah dan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya ikan asin.
Sementara itu, Kampung Payung-Payung menghadirkan amplang berbahan dasar ikan.
Produk ini menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil laut menjadi camilan khas yang memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas.
Adapun Kampung Teluk Alulu memiliki produk unggulan berupa pentol bakso berbahan dasar ikan bengelus.
Olahan tersebut menunjukkan potensi perikanan Maratua yang dapat dikembangkan menjadi beragam produk pangan untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.
Berbeda dengan kampung lainnya, Kampung Teluk Harapan mengembangkan kerajinan tangan berbahan limbah pantai.
Cangkang kerang yang sudah tidak memiliki isinya dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan menarik yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi.

“Kalau Kampung Teluk Harapan, produk unggulannya berupa kerajinan tangan yang memanfaatkan limbah dari pantai, seperti cangkang kerang yang sudah tidak ada isinya. Bahan tersebut diolah menjadi kerajinan yang saat ini sudah kami pajang di stan,” ungkap Rini.
Keberagaman produk tersebut memperlihatkan bahwa setiap kampung memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik wilayah dan kreativitas masyarakatnya.
Tidak hanya mengandalkan hasil perikanan, masyarakat Maratua juga mampu menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Di sisi lain, Ketua Dekranasda Kabupaten Berau, Edy Suswanto, mendorong agar potensi dan kreativitas para pelaku usaha lokal terus dikembangkan sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Menurutnya, keikutsertaan dalam pameran seperti Berau Expo 2026 menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran.
“Dengan begitu, produk yang dihasilkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas,” tandasnya.
