BERAU TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengangkat Goa Bloyot sebagai ikon utama stand mereka pada ajang Berau Expo 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya mengenalkan destinasi wisata sejarah purba yang terbilang unik dan belum banyak diketahui masyarakat luas.
Goa Bloyot merupakan salah satu goa situs tapak tangan peninggalan prasejarah di Indonesia yang terletak di kawasan hutan Kampung Merabu, Kecamatan Kelay.
Situs ini juga menjadi salah satu geosite unggulan yang masuk dalam penilaian Geopark Sangkulirang Mangkalihat.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Toldo, menjelaskan, sebagian besar masyarakat mungkin pernah mendengar tentang situs tapak tangan, tetapi belum familier dengan nama Goa Bloyot.

“Ini menjadi salah satu Geopark Sangkulirang Mangkalihat dan ini memang kita ingin mengenalkan, makanya tadi banyak orang bertanya di mana itu Goa Bloyot,” ungkap Asri kepada Berauterkini, Sabtu (17/10/2026).
Untuk menjaga keasliannya, kawasan wisata ini sengaja tidak dilengkapi fasilitas modern.
Pengunjung yang ingin bertandang harus berjalan kaki selama kurang lebih satu jam menembus Hutan Merabu dari area Kampung Merabu.
Mengingat kondisinya yang sangat sensitif dan rentan terhadap kerusakan, pengawasan ketat diberlakukan guna mencegah aksi vandalisme oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Ini menjadi bagian dari prasejarah kita yang harusnya kita jaga dan kita lestarikan serta lindungi,” tegasnya.
Asri berharap kehadiran ikon Goa Bloyot di Berau Expo dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghargai serta merawat peninggalan bersejarah tersebut.
“Kita mengkonsiderasi bahwa ini adalah bagian dari proses yang sudah dilakukan oleh orang zaman dulu. Jadi mereka belum mengenal kata tulisan tapi sudah mengenal gambar dan lain-lainnya dan ini kita harus hargai,” tuturnya.
Melalui pameran ini, Disbudpar Berau berkomitmen terus mempromosikan ragam destinasi wisata daerah sekaligus memperjuangkan status Berau agar makin dikenal luas dalam cakupan Geopark Sangkulirang Mangkalihat di tingkat provinsi maupun nasional.
“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau terus melakukan upaya promosi untuk mempromosikan daya tarik wisata yang ada di Berau,” pungkasnya. (*)
