BERAU TERKINI – Gelandang serang Real Madrid, Arda Guler menjadi kunci darurat Jose Mourinho dalam situasi darurat.

Keberhasilan membalikkan keadaan saat tertinggal 3-1 vs Roma di Champions League dini hari tadi telah memberikan bukti valid.

Dalam situasi tertekan itu, Real Madrid tertinggal dua gol oleh Roma saat waktu sudah 80 menit.

Real Madrid membutuhkan waktu 15 menit terakhir untuk bisa membalikkan keadaan.

Di situasi terdesak, Arda Guler yang dipasang masuk menggantikan Denzel Dumfries pada menit ke 59 menjadi momentumnya.

Saat kemenangan nyaris tak bisa diraih, Real Madrid langsung mendominasi serangan yang dibangun lewat Arda Guler.

Tak lama, masuk pula penyerang lainnya seperti Endrick dan Carlos Espi yang melengkapi lini serang Real Madrid.

Gelandang serang Real Madrid, Arda Guler. (realmadrid.com)
Gelandang serang Real Madrid, Arda Guler. (realmadrid.com)

Memasang lima penyerang dalam satu waktu, tentu menjadi ide gila Mourinho di tengah situasi darurat.

Cara ini ternyata efektif. Set piece bola mati menjadi andalan Real Madrid menciptakan peluang.

Tiga gol dalam 15 menit berkat bola sudut yang dieksekusi Arda Guler.

Berbuah gol yang dicetak Endrick dan Anthony Rudiger. Dimulai dari gol Carlos Espi yang sempat ditinjau lewat VAR.

Rencana Mourinho terbilang cukup berhasil. Sebab sejak awal musim ia ingin Arda Guler berperan bak Mesut Ozil saat eranya memimpin Real Madrid.

Namun strategi ini sangat mudah dibaca. Melawan musuh yang lebih kuat, Barcelona, permainan tersebut sangat mudah dipatahkan.

Sehingga banyak pengamat yang menyarankan agar Mourinho bisa membangun skuad yang bisa menguasai laga dari awal sampai akhir.