BERAU TERKINI – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat atlet Wushu dan Muay Thai Kabupaten Berau untuk menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser pada November mendatang.
Dua cabang olahraga bela diri tersebut memilih berkolaborasi menjalani training center (TC) secara mandiri.
Latihan bersama hingga sparing partner menjadi strategi untuk menjaga stamina sekaligus mematangkan teknik bertanding para atlet.
Ketua sekaligus pelatih Wushu Berau, Simon Paranduk, mengatakan, persiapan tetap berjalan meski tidak didukung anggaran khusus untuk TC.
Bersama Ketua Muay Thai Berau, Rusdy, pihaknya berkomitmen memaksimalkan kemampuan atlet demi membawa harum nama Kabupaten Berau.
“Kami berjuang dan berlatih demi Kabupaten Berau yang kami cintai. Atlet-atlet kami juga akan tampil semaksimal mungkin di Porprov Paser nanti,” ujarnya.
Menurut Simon, latihan bersama kedua cabor bukan sekadar untuk menghadapi Porprov Kaltim.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Pra-PON 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Melalui latihan rutin dan sparing partner, para atlet ditempa agar memiliki daya tahan fisik serta teknik bertanding yang semakin matang.
Simon menegaskan, para atlet diminta tetap fokus berlatih dan tidak terbebani berbagai isu mengenai anggaran Porprov Kaltim.
“Apapun isu terkait anggaran Porprov, kami tidak mau atlet terbebani. Fokus kami berlatih dan terus berlatih,” terangnya.
Meski demikian, Simon berharap, perjuangan atlet yang menjalani persiapan secara mandiri mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Berau.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar atlet dapat bertanding dengan optimal di ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Ia secara khusus menyoroti kebutuhan akomodasi, transportasi, uang saku, hingga bonus bagi atlet dan offsial yang nantinya berjuang membawa nama Berau.
“Kami berjuang membawa nama Berau, bukan nama pribadi. Kami sudah berlatih dengan sistem mandiri dan sudah waktunya perjuangan kami dihargai melalui hak-hak yang seharusnya kami dapatkan,” ungkapnya.
Simon berharap, pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang memadai kepada seluruh cabor yang akan berlaga di Porprov Kaltim 2026.
Sebab, selain kesiapan fisik dan teknik, dukungan logistik juga menjadi faktor penting dalam menunjang performa atlet selama kompetisi.
Di sisi lain, ia mengajak para orang tua atau wali atlet serta seluruh masyarakat Berau untuk memberikan doa dan dukungan kepada para pejuang olahraga tersebut.
“Kami sangat mengharapkan doa dan dukungan dari orang tua atau wali atlet, serta seluruh masyarakat Berau agar kami bisa memberikan yang terbaik di Porprov Paser nanti,” pungkasnya. (*)
