BERAU TERKINI — Isu rencana pembukaan rute baru transportasi laut oleh pengelola speedboat Sadewa Marine memicu penolakan keras dari warga Pulau Maratua dan Pulau Derawan.
Rencana rute Tanjung Redeb – Derawan – Maratua tersebut dinilai mengancam keberlangsungan usaha jasa transportasi milik warga lokal.
Sebelumnya, pada Maret lalu, Sadewa Marine telah membuka rute speedboat Tarakan – Tanjung Redeb dan Tarakan – Tanjung Batu yang masih beroperasi hingga saat ini.
Namun, beredarnya kabar penambahan rute baru ke wilayah kepulauan mendapat respons dingin dan tidak disetujui oleh pemerintah kampung setempat.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menegaskan, Pemkab Berau memang perlu mempercepat modernisasi moda transportasi publik.
Kendati demikian, prioritas utama tetap harus diberikan kepada para pelaku usaha lokal.
“Kita harus mengutamakan yang namanya warga lokal, ketika hari ini warga lokal tidak mampu untuk mempersiapkan ini silakan dari luar,” ujarnya.
Indra meyakini warga Pulau Derawan dan Maratua berada dalam satu barisan untuk menolak masuknya armada dari luar.
Pengalaman selama ini menunjukkan, masuknya kapal cepat milik pengusaha luar membuat speedboat milik warga lokal makin terpinggirkan dan jarang beroperasi.
Saat ini, sedikitnya lima unit speedboat milik pengusaha lokal sudah berhenti beroperasi secara rutin.
Jika pun mendapat penumpang, kapal mereka paling banyak hanya melaut dua kali dalam sebulan.
“Tapi kami yakin Maratua dan Derawan itu sepakat, ketika ada unit mau masuk itu kami blacklist, kami tidak mau. Jalannya mungkin hanya sebulan dua kali karena tidak ada lagi aktivitas penumpang yang begitu banyak,” keluhnya.
Ia pun menegaskan komitmen warga kepulauan untuk menjaga ladang mata pencaharian mereka dari dominasi pihak luar.
“Jadi hanya satu kata ya, kita lawan,” tegasnya. (*)
