BERAU TERKINI – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran mendapat rapor buruk.
Lembaga Center of Economic and Law Studies atau CELIOS merilis hasil survei mengenai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.
Dalam Laporan berjudul Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Senin (12/10/2026), CELIOS menunjukan sejumlah temuan.
Laporan CELIOS itu diketahui berdasarkan studi dengan metode sampling. Di mana terdapat dua pengelompokan studi.
Yakni sampel masyarakat umum dan wawancara dari para ahli dan pakar.
“Pengumpulan data mulai dilakukan sejak tanggal 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei masyarakat umum menggunakan pendekatan nonprobability sampling melalui Meta Ads, yang kemudian dilengkapi dengan pembobotan (weighting) untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi yang menjadi acuan,” jelasnya.
“Sedangkan survei ahli menggunakan snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian dan pengalaman yang relevan,” lanjutnya.
Dalam laporan CELIOS itu, kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat nilai 4,7 dari 10 berdasarkan tingkat kepuasan masyarakat.
Sementara di mata para ahli, kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat nilai 2,9 dari 10.

Masyarakat menilai pemerintahan Presiden Prabowo belum berhasil di berbagai bidang. Utamanya dalam penanganan karhutla di mana 96 persen masyarakat tak puas dengan kinerja pemerintah.
Ketidakpuasan masyarakat juga terlihat dari tingginya pajak, hingga berbagai kebijakan Presiden Prabowo yang membingungkan.
Temuan CELIOS juga menunjukan, sebanyak 75 persen penduduk Indonesia dibuat stres karena kebijakan pemerintah dan kebijakan Presiden Prabowo.
“Dampak pemerintahan tidak hanya tercermin dari penilaian terhadap kebijakan, tetapi juga dari tekanan psikologis yang dirasakan responden. Sebanyak 75 persen responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah,” jelasnya.
“Sementara itu, 67 persen responden mengaku mengalami stres akibat perilaku Presiden Prabowo Subianto. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan pemerintah dan perilaku Presiden telah memberikan tekanan psikologis dalam kehidupan sehari-hari mayoritas masyarakat,” lanjutnya.
Tak sampai di sana, CELIOS juga membuat ranking menteri Kabinet Merah Putih yang memiliki kinerja terbaik dan terburuk.
Tiga besar menteri dengan kinerja terbaik adalah Eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Mentan Amran Sulaiman, dan Menko Infra AHY.
Sementara tiga besar yang mendapat catatan kinerja terburuk adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri HAM Natalius Pigai dan Menhut Raja Juli Antoni.
