BERAU TERKINI – Setelah sejumlah pengendara dilaporkan terjatuh akibat jalan licin yang tertutup luapan sedimen bercampur lumpur di Jalan HARM Ayoeb, Kelurahan Gunung Tabur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur bergerak melakukan normalisasi drainase.

Penanganan ini dilakukan untuk mengatasi penumpukan sedimen yang menghambat aliran air di saluran drainase. 

Kondisi ini menyebabkan material lumpur meluap ketika hujan turun hingga ke badan jalan dan membahayakan pengendara yang melintas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Kalimantan Timur, Ariesta Andayani Trihandoko, menjelaskan, drainase yang ada saat ini tidak mampu mengalirkan sedimen yang turun dari dataran tinggi di kawasan tersebut.

Proses normalisasi drainase dari sedimen lumpur di Jalan HARM Ayoeb, Kelurahan Gunung Tabur.
Proses normalisasi drainase dari sedimen lumpur di Jalan HARM Ayoeb, Kelurahan Gunung Tabur.

Akibatnya, material tanah dan lumpur terus menumpuk di saluran hingga meluber ke permukaan jalan.

“Kami turunkan alat berat untuk melakukan normalisasi saluran existing dan pembersihan tanah dan lumpur di Jalan HARM Ayoeb yang juga merupakan ruas Tanjung Redeb-Simpang 3 Maluang,” katanya, Senin (12/10/2026).

Ariesta menyebutkan, proses normalisasi drainase dan pembersihan material lumpur diperkirakan berlangsung selama tujuh hari. 

Namun, durasi pekerjaan tersebut masih dapat bertambah menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan.

“Mungkin penanganan sekitar tujuh harian, bahkan bisa lebih,” jelasnya.

Selama proses penanganan berlangsung, ia mengimbau para pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan tersebut, terutama ketika hujan turun.

Kondisi jalan yang licin akibat lumpur berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. 

Karena itu, pengguna jalan diharapkan mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati hingga proses pembersihan dan normalisasi drainase selesai dilakukan.

“Harapannya dengan penanganan ini tidak ada lagi insiden yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)