BERAU TERKINI — Penundaan jadwal utama Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) 2026 tidak menyurutkan langkah panitia untuk terus menggenjot sektor pariwisata daerah.
Di tengah keputusan mundurnya acara puncak tersebut, rangkaian kegiatan promosi melalui program Road to Maratua Jazz and Dive Fiesta dipastikan tetap berjalan guna menjaga kesinambungan eksposur destinasi unggulan Berau di kancah internasional.
Founder MJDF, Juhriansyah, menjelaskan, salah satu agenda paling krusial dalam rangkaian promosi ini adalah pelaksanaan Road to MJDF di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
Kegiatan tersebut dirancang khusus sebagai misi pemasaran, sarana promosi pariwisata, sekaligus wadah penjajakan kerja sama bisnis lintas batas antara Berau dan Sabah.
Langkah ini melibatkan berbagai elemen penting dari sektor pariwisata, mulai pelaku industri perjalanan, pengelola hotel dan resor, operator diving, komunitas, media massa, hingga para pengusaha lokal.
“Ketika pelaksanaan event utama harus diundur, kegiatan promosi justru tetap dilanjutkan melalui program Road to MJDF, ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar pria yang akrab disapa Rian ini kepada Berauterkini, Selasa (6/10/2026).
Rangkaian kegiatan di Sabah nantinya tidak hanya berfokus pada promosi hiburan, melainkan diisi dengan agenda substantif, seperti diskusi publik mengenai pentingnya ketersediaan air bersih di kawasan pariwisata, serta pemaparan potensi produk wisata Berau secara komprehensif.
Dipilihnya Kota Kinabalu sebagai lokasi tujuan didasari oleh posisi geografis Sabah yang sangat strategis dalam ekosistem pariwisata kawasan Borneo.
Kedekatan kultur, aksesibilitas regional, serta pesatnya pertumbuhan industri pariwisata di wilayah tersebut membuka peluang emas bagi Berau untuk menggaet pasar wisatawan yang lebih dekat dan potensial.
“Melalui Kota Kinabalu, panitia ingin mempertemukan produk pariwisata Berau dengan pasar dan industri pariwisata Sabah,” tuturnya.
Dalam misi promosi internasional ini, panitia membawa narasi besar yang mencakup seluruh keunggulan Bumi Batiwakkal.
Tidak hanya mempromosikan MJDF, delegasi Berau turut memperkenalkan pesona Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Danau Kakaban, Pulau Sangalaki, ragam destinasi selam kelas dunia, konsep ekowisata, kuliner khas, produk unggulan UMKM, hingga penawaran peluang investasi di sektor pariwisata.
Road to Maratua Jazz and Dive Fiesta in Kota Kinabalu ini dirancang agar tidak sekadar menjadi ajang seremonial pertunjukan budaya atau pameran destinasi.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang pertemuan bisnis (business matching) yang mempertemukan langsung pelaku usaha pariwisata Berau dengan industri pariwisata Sabah.
Panitia menargetkan terwujudnya komitmen konkret dari para agen perjalanan (travel agent), operator tur, pengusaha perhotelan, penyedia jasa selam, hingga pebisnis pariwisata Sabah untuk merajut kemitraan jangka panjang dengan para pelaku usaha di Berau.
“Road to MJDF di Kota Kinabalu diharapkan dapat menjadi pintu masuk promosi Berau di Sabah, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dan pariwisata yang dapat berlanjut setelah kegiatan selesai,” pungkasnya. (*)
