BERAU TERKINI — Kualitas layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Berau kian diperkuat dengan hadirnya dukungan infrastruktur teknologi informasi yang memadai. 

Baru-baru ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau resmi menerima bantuan perangkat komunikasi satelit Starlink dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Bantuan yang tiba sejak sepekan lalu tersebut menempatkan Kabupaten Berau sebagai salah satu daerah penerima fasilitas penguatan sinyal dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri. 

Menariknya, seluruh fasilitas perangkat beserta kuota atau biaya langganan pulsanya ditanggung langsung oleh pusat dengan mekanisme sistem pinjam pakai.

Sehingga, pemerintah daerah dapat memanfaatkannya secara optimal tanpa membebani anggaran lokal.

Kepala Disdukcapil Berau, David Pramuji, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran bantuan tersebut yang dinilai sangat membantu percepatan pelayanan publik di kantornya.

“Alhamdulillah kemarin sudah bertahap, sudah datang termasuk baterainya, ini yang mobile sudah pasang di layanan di lantai 1,” ungkap David kepada Berauterkini.

Saat ini, perangkat Starlink tersebut telah dipasang di area pelayanan lantai 1 Kantor Disdukcapil Berau. 

Keberadaan jaringan internet berkecepatan tinggi ini difokuskan untuk memperlancar proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta memangkas kendala jaringan yang kerap menghambat pelayanan masyarakat.

Secara keseluruhan, Disdukcapil Berau kini mengoperasikan tiga unit perangkat Starlink. 

Satu unit merupakan bantuan resmi dari pemerintah pusat, sementara dua unit lainnya merupakan pengadaan mandiri milik Disdukcapil yang juga ditempatkan di lingkungan kantor.

Kehadiran tiga perangkat ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi petugas, terutama karena sebagian perangkat dirancang dengan tipe mobile yang mudah dibawa berpindah-pindah. 

Dengan demikian, ketika petugas turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan program pelayanan jemput bola, kendala sinyal di daerah-daerah terpencil dapat teratasi dengan baik.

“Bila mana nanti kami melakukan layanan jemput bola, kami akan menggunakan satu untuk mobile, karena dua jenisnya itu ada yang statis, ada yang mobile,” jelas David.

Untuk pemanfaatan sehari-hari di kantor, seluruh perangkat tersebut dioperasikan secara terpadu guna memastikan pelayanan kepada warga maupun operasional internal pegawai berjalan tanpa hambatan, khususnya dalam mendukung kecepatan akses data kependudukan berbasis digital.

“Jadi ada tiga yang membantu masyarakat. Saat ini tidak ada pelayanan, kami tempatkan semua tiga-tiganya di dalam, dua untuk layanan publik, satu untuk pegawai kita juga melakukan layanan, karena ada yang pakai laptop untuk aktivasi IKD,” tambahnya. (*)