BERAU TERKINI — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau kembali membuat terobosan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. 

Sebanyak tiga inovasi sekaligus diluncurkan guna menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang semakin modern, transparan, dan mudah diakses.

Kepala Disdukcapil Berau, David Pramuji, menjelaskan, inovasi pertama yang diperkenalkan adalah ‘Pak Capil Tanya Dong’. 

Program interaktif yang sebelumnya telah berjalan di platform Instagram itu kini diperluas jangkauannya melalui siaran langsung di aplikasi TikTok. 

Melalui pemanfaatan media sosial tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung realitas proses pelayanan di kantor Disdukcapil tanpa rekayasa.

Asisten I Setda Berau, Hendratno
Asisten I Setda Berau, Hendratno.

“Kita mulai lewat TikTok ini dalam rangka untuk mentransformasikan juga dengan masyarakat seperti apa sih layanan yang sesungguhnya, masyarakat bisa melihat realitanya,” ungkap David saat peluncuran di ruang rapat kantor Disdukcapil Berau, Rabu (30/9/2026).

Inovasi kedua diberi nama ‘Kasih Mesra’, yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pencatatan perkawinan bagi warga non-muslim. 

David mengakui, selama ini masih terdapat kendala di lapangan berupa minimnya koordinasi dengan lembaga keagamaan.

Sehingga, banyak warga yang telah melangsungkan pemberkatan di gereja, namun belum mengurus akta perkawinan hingga bertahun-tahun lamanya. 

Untuk mengatasinya, Disdukcapil menggandeng berbagai organisasi keagamaan lintas agama, mulai Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu.

“Kami berkolaborasi, bersinergi, dengan organisasi keagamaan yang Katolik, Protestan kemudian juga Hindu, Buddha, Konghucu, melalui mereka kita kerja sama,” ujarnya.

Adapun inovasi ketiga yang diluncurkan adalah ‘UMKM 6403’, sebuah program pemberdayaan ekonomi internal yang dijadwalkan hadir setiap dua pekan sekali pada hari Rabu. 

Program ini lahir sebagai respons atas kebijakan efisiensi anggaran, di mana para pegawai didorong untuk berpikir kreatif mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui produksi dan pemasaran produk kuliner maupun barang di lingkungan kantor. 

Langkah ini sekaligus menjadi instrumen preventif guna menutup celah praktik pungutan liar atau gratifikasi.

“Salah satu caranya kita ajak teman-teman pegawai ini untuk bisa memproduksi UMKM,” kata David. 

“Taglinenya itu dari kami untuk kita, UMKM ini produk dari pegawai Dukcapil, dikonsumsi, dijual, untuk kita juga dan di antara kita juga untuk masyarakat,” imbuhnya.

Asisten I Setda Berau, Muhammad Hendratno, menilai, di tengah tuntutan zaman yang bergerak cepat, pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif. 

“Inovasi ini terus akan berkembang, mengingat kita sudah melakukan suatu aksi yang luar biasa bagi Berau,” katanya.

Ia mengapresiasi adanya UMKM 6403 sebagai bentuk kolaborasi pemanfaatan data.

Hal ini juga merupakan langkah strategis mendorong para pelaku UMKM di Bumi Batiwakkal karena mereka akan terdata.

Menurutnya tantangan terbesar bukanlah pada saat meluncurkan inovasi, melainkan bagaimana bisa menjaganya agar tetap konsisten.

“Jadi kami mohon dukungan para camat untuk adaptif di lapangan melihat data-data yang berubah, di level kecamatan dan kelurahan serta kampung demi masyarakat,” harapnya.

Dukungan serupa turut disuarakan Kepala Disdukcapil Kalimantan Timur, Kasmawati, yang mengikuti kegiatan tersebut secara daring. 

Ia memuji langkah progresif Disdukcapil Berau yang dinilai sukses membangun transparansi pelayanan serta berdampak langsung bagi kemudahan masyarakat.

“Mudah-mudahan kami juga dari provinsi nanti bisa mereplikasi kegiatan ini. Semoga ini memberi manfaat pada seluruh masyarakat Kabupaten Berau dan memberikan keberkahan untuk kita semua,” pungkasnya. (*)