BERAU TERKINI — Keikutsertaan Bulqis Sastra dalam ajang bergengsi nasional, Putra Putri Batik Nasional, dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperkenalkan kekayaan wastra daerah.
Setelah beberapa waktu lalu meluncurkan batik dengan motif khas Derawan dan Maratua, momentum ini menjadi panggung strategis bagi Berau untuk mengenalkan identitas budayanya kepada masyarakat luas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengaku sangat antusias karena ajang tersebut memberikan ruang seluas-luasnya untuk menampilkan keindahan motif Batik Derawan dan Maratua.
Langkah ini dinilai sebagai peluang sekaligus tantangan besar dalam memperkuat promosi pariwisata daerah sekaligus mendongkrak sektor ekonomi kreatif lokal.

“Kita bersyukur karena mengangkat tema Batik Derawan dan Maratua sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan batik daerah,” ujarnya kepada Berauterkini, Selasa (29/9/2026).
Ke depan, Disbudpar Berau berkomitmen untuk mendorong produksi dan pemasaran batik khas daerah agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Berbagai strategi promosi, penguatan jejaring pariwisata, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus ditempuh untuk mengangkat potensi budaya Berau agar semakin dikenal dunia.
“Tentu saja melalui promosi dan pariwisata, bahkan bisa saja hingga ke mancanegara. Semua peluang kerja sama dan kolaborasi akan kita jajaki,” pungkasnya. (*)
