BERAU TERKINI – Megabintang Portugal Cristiano Ronaldo ngambek setelah dirinya tak dimainkan dalam laga kontra Norwegia di UEFA Nations League.

Selama 90 menit waktu penuh, Ronaldo hanya duduk di bangku cadangan.

Situasi ini perdana dialami Ronaldo dalam karir profesionalnya di Portugal sejak 2008 silam.

Ronaldo selalu menjadi pilihan utama atau masuk sebagai pemain pengganti.

Namun dalam laga dini hari tadi, Jorge Jesus membuat keputusan besar. Tidak memainkan sama sekali Ronaldo.

Padahal ambisi besarnya ingin mencetak gol ke 1.000 di UEFA Nations League.

Sikap tak dewasa itu ditunjukkan Ronaldo setelah laga.

Saat semua pemain merayakan kemenangan 2-1 atas Norwegia, sang kapten Portugal tersebut memilih untuk melipir ke ruang ganti.

Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. (x/@mundodeportivo)
Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. (x/@mundodeportivo)

Situasi yang terbaca jelas oleh awak media dan langsung dikonfirmasi ke Pelatih Portugal, Jorge Jesus.

Sebelum laga di mulai, dia sudah berjanji dengan Ronaldo untuk memasukkannya sebagai pemain pengganti.

“Dia sudah saya kasih tahu untuk tidak bermain awal, masuk sebagai pemain pengganti,” kata Jorge Jesus, dalam laporan A Bola.

“Tapi bukan berarti saya tidak megandalkannya,” imbuhnya.

Namun dalam situasi permainan malam tadi, Jorge Jesus melihat tidak ada peluang untuk mengganti striker.

Sebab Gonzalo Ramos terpantu bermain baik dan mencetak gol kemenangan untuk Portugal.

Ia menyebut, karakter musuh dalam laga dini hari tersebut tidak sesuai dengan karakter permainan Cristiano Ronaldo.

Sehingga dia mengambil keputusan besar untuk tetap membangkucadangkan Ronaldo.

Jorge Jesus memastikan kemungkinan Ronaldo untuk dimainkan saat Portugal melawan Denmark pada pekan depan.

“Pertandingan ini tidak sesuai dengan karakteristik Cris, mengingat kami selanjutnya melawan Denmark, dan itu tidak berarti dia tidak bisa menjadi pilihan utama dalam pertandingan kontra Denmark,” dia menambahkan.

Demi meredam kekecewaan Ronaldo, Jorge Jesus akan mengajak Ronaldo untuk berbicara empat mata. Menjelaskan secara objektif keputusannya dalam laga itu.

“Namun saya sangat mengenalnya, tentu saja tim nasional Portugal adalah tim nasional Portugal, tidak sama dengan klub, tetapi bagi saya itu bukan hal baru,” terangnya.