BERAU TERKINI – Video yang memperlihatkan kondisi terbaru Jembatan Sei Bataan, Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, beredar luas di masyarakat. 

Dalam video tersebut, terlihat adanya retakan pada bagian konstruksi serta celah di bagian bawah jembatan yang memicu kekhawatiran warga terhadap keamanan struktur jembatan.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau memastikan struktur utama jembatan sejauh ini masih dalam kondisi aman.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Beny Sepriady Panjaitan, mengatakan, pihaknya telah menerima informasi tersebut dan melakukan pengamatan awal.

“Secara visual, sejauh ini masih aman. Yang retak hanya komponen sekunder atau pendukung, bukan konstruksi utamanya,” ujar Beny.

Ia menjelaskan, bagian yang terlihat mengalami retakan dalam video berada pada bagian luar konstruksi. 

Sementara struktur primer berupa box yang menjadi bagian utama konstruksi jembatan disebut belum menunjukkan adanya keretakan.

“Retakan terlihat pada bagian luar, bukan struktur primer. Karena struktur utamanya kita bungkus lagi, supaya terlihat bagus. Pembungkusnya itulah yang retak, karena ada pergeseran,” jelasnya.

Beny juga meluruskan mengenai bagian bawah jembatan yang terlihat memiliki celah cukup besar. 

Menurutnya, bagian tersebut bukan struktur utama jembatan, melainkan konstruksi tambahan yang dibuat untuk menutupi susunan pancang pada abutmen.

Pada kondisi normal, kata dia, pancang pada abutmen sebenarnya dapat dibiarkan terekspos. 

Namun, konstruksi tambahan berupa box tersebut dibuat untuk memberikan nilai estetika, sekaligus mengantisipasi sampah yang terbawa arus saat air pasang.

“Box tersebut mengelilingi pancang agar lebih rapi dan menghindari sampah tersangkut,” terangnya.

Berdasarkan pengamatan awal, struktur utama abutmen yang terdiri dari pile cap yang diperkuat bracing, pier hingga head pier juga belum menunjukkan adanya kerusakan.

Meski demikian, DPUPR Berau tidak ingin hanya mengandalkan pengamatan melalui video. 

Dalam waktu dekat, tim DPUPR bersama konsultan akan kembali turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi Jembatan Sei Bataan secara menyeluruh.

Salah satu bagian yang akan menjadi perhatian adalah box beton yang terlihat mengalami retakan. 

Pemeriksaan dilakukan dengan mengupas sebagian konstruksi tersebut untuk melihat kondisi rangka utama di dalamnya.

“Kalau rangka utamanya tidak mengalami kerusakan, akan kami lakukan pelapisan menggunakan semen mutu tinggi,” katanya.

Beny mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan informasi mengenai kondisi jembatan tersebut kepada pemerintah. 

Menurutnya, laporan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan infrastruktur yang digunakan sehari-hari.

“Kami berterima kasih atas informasi masyarakat,” ucapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik atau khawatir secara berlebihan. 

Kendati demikian, pemeriksaan langsung tetap dilakukan untuk memastikan tidak terdapat persoalan pada struktur utama maupun bagian pendukung jembatan.

“Kami segera menerjunkan tim ke lapangan untuk pengecekan,” tandasnya. (*)