BERAU TERKINI – Keluarga korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Kedaung, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, 20 Agustus 2026, melaporkan seorang pelajar ke Mapolres Berau.

Laporan tersebut dilayangkan keluarga karena menduga pelajar yang terlibat dalam kecelakaan menjadi penyebab insiden yang merenggut nyawa korban.

Sandika Seru, anak korban, mengatakan, keluarga masih tidak menerima kepergian ayahnya yang dinilai terjadi akibat cara berkendara terduga pelaku yang diduga ugal-ugalan.

“Jangankan merasa bersalah, meminta maaf kepada kami keluarga korban juga tidak,” kata Sandika, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, laporan terhadap kejadian tersebut kini telah diproses pihak kepolisian.

“Laporannya sudah diproses di kantor polisi,” ujarnya.

Sandika kemudian menceritakan kembali kronologi kecelakaan yang menimpa ayahnya. 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WITA atau saat jam pulang sekolah.

Saat itu, korban hendak menjemput adiknya. Namun, belum sempat sampai ke sekolah, korban mengalami kecelakaan tidak jauh dari lorong rumahnya di kawasan Jalan SMP Bedungun.

Berdasarkan keterangan saksi, termasuk orang yang saat itu dibonceng oleh terduga pelaku, kendaraan yang dikendarai pelajar tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.

Sandika menyebut, terduga pelaku juga diduga mengambil jalur berlawanan ketika hendak mendahului kendaraan lain. 

Saat itu, pengendara disebut tidak memperhatikan kondisi jalan di depannya.

“Anak ini melihat ke kiri, tidak memperhatikan jalan di depannya, tetapi sambil melambung pengendara yang ada di depannya,” jelasnya.

Ia mengatakan, sejumlah saksi juga menyebut rombongan pelajar di kawasan tersebut kerap pulang sekolah dengan menggunakan sepeda motor secara berkelompok. 

Terduga pelaku disebut beberapa kali mendahului kendaraan lain dengan cara mengambil jalur berlawanan.

“Jadi ambil jalan pengendara yang berlawanan dan kemudian menabrak ayah saya. Posisinya saat itu sambil melihat ke kiri, bukan ke jalan di depannya,” ungkap Sandika.

Menurut Sandika, keterangan tersebut juga disampaikan oleh orang yang saat kejadian dibonceng terduga pelaku.

Akibat tabrakan tersebut, korban mengalami luka serius hingga muntah darah dan terbaring di jalan. Sementara terduga pelaku disebut hanya mengalami luka ringan.

Sandika juga menyoroti sikap terduga pelaku setelah kejadian. Menurutnya, saat berada di rumah sakit, terduga pelaku tidak mendapat perawatan khusus karena hanya mengalami luka ringan dan kemudian meninggalkan lokasi.

“Tidak ada sama sekali ungkapan minta maaf. Dia langsung pulang dan melewati ayah saya begitu saja. Hanya teman terduga pelaku yang datang menjenguk ayah saya saat menjalani perawatan,” pungkasnya. (*)