BERAU TERKINI – Kapolda Banten menegaskan penemuan pelampung di Selat Sunda bukan milik speedboat yang mengangkut jurnalis.

Proses pencarian jurnalis hilang kontak di Selat Sunda sudah memasuki hari keempat.

Sebanyak 5 jurnalis dan 3 awak kapal dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda. Rombongan itu diketahui tengah meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dalam proses pencarian kemarin, prajurit TNI AL menemukan pelampung di Selat Sunda. Pelampung itu diduga milik rombongan jurnalis yang hilang kontak.

Belakangan diketahui, bahwa pelampung berwarna oranye itu bukanlah milik rombongan jurnalis.

Sebanyak 5 jurnalis dinyatakan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau (Ist)
Sebanyak 5 jurnalis dinyatakan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau (Ist)

Dilansir laporan Kompas.com, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, kesimpulan itu didapat setelah memeriksa keterangan pemilik kapal.

Menurut keterangan pemilik kapal, jenis pelampung dan warna pelampung yang digunakan oleh rombongan jurnalis berbeda dengan yang ditemukan prajurit TNI AL.

“Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dikutip dari laporan Kompas.com

“Jadi, kepastiannya hasil temuan hari ketiga pencarian yang menemukan life jacket warna oranye dan satu buah pelampung warna putih, itu bukan milik atau bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu 1,” ujarnya.

KRI milik TNI AL dikerahkan dalam proses pencarian 5 jurnalis hilang kontak (Instagram/@tni_angkatan_laut)
KRI milik TNI AL dikerahkan dalam proses pencarian 5 jurnalis hilang kontak (Instagram/@tni_angkatan_laut)

Sebelumnya diberitakan, proses pencarian terhadap 5 jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda memasuki hari ketiga.

Diketahui sebanyak 5 orang jurnalis hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Keberadaan merek dan 3 orang awak kapal tidak diketahui semenjak berangkat menggunakan speedboat pada Senin (7/9/2026) lalu.

Kini radius pencarian diperluas dan melibatkan lebih banyak termasuk Basarnas dan TNI AL.

Prajurit TNI AL dilaporkan menemukan sebuah pelampung pada Kamis (10/9/2026) di Selat Sunda tepatnya di perairan yang berada di dekat Anyer, Banten.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah pelampung tersebut milik para jurnalis dan awak kapal yang dilaporkan hilang kontak.

“Memasuki hari ketiga pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak, TNI AL yang mengerahkan unsur kapal perang dan Kapal Angkatan Laut (KAL) menemukan sebuah pelampung yang mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, yaitu perairan yang berada di dekat Anyer, Banten,” tulis keterangan resmi TNI AL.

“Pelampung tersebut ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten saat melaksanakan proses pencarian pada hari ketiga. Namun demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak,” jelasnya.

Penemuan sebuah pelampung itu bakal ditindaklanjuti untuk menyisir lebih lanjut lokasi diduga hilang kontak.

“TNI AL dan tim gabungan masih melakukan pemeriksaan serta pencarian lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan temuan tersebut dengan para jurnalis yang tengah dicari,” lanjutnya.