BERAU TERKINI — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Berau. 

Tim penyuluh dari Mabes TNI bersama Kodim 0902/BRU memberikan edukasi kepada masyarakat di Kecamatan Talisayan, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 peserta dari berbagai elemen masyarakat tersebut difokuskan pada pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan karhutla sejak dini.

Camat Talisayan, Mutmainnah, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI. 

WhatsApp Image 2026 09 10 at 18.39.49

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat sangat penting, mengingat dampak karhutla tidak hanya merusak hutan dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

“Karhutla bukan hanya menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan pencemaran udara, gangguan kesehatan, terganggunya aktivitas masyarakat, serta kerugian ekonomi,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan pencegahan harus menjadi prioritas. 

Penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi harus dimulai melalui langkah antisipasi sejak dini.

Mutmainnah juga mengajak kepala kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Damkar, TNI-Polri, hingga seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan,” katanya.

Sementara itu, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Amir Agus Said, menekankan pentingnya mengubah pola penanganan karhutla dari sekadar bersiaga memadamkan api menjadi lebih mengedepankan kewaspadaan dan pencegahan.

“Karhutla ini dapat dipicu oleh faktor manusia maupun alam. Karena itu, pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak,” paparnya.

Masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. 

Di sisi lain, kesiapsiagaan dan koordinasi antaraparat juga perlu terus diperkuat untuk menghadapi potensi karhutla.

Pencegahan karhutla yang membutuhkan sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat, menjadi salah satu penekanan dalam penyuluhan tersebut.

Selain penyuluhan, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat Talisayan.

Usai kegiatan, tim Mabes TNI melanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi, di antaranya Posko Damkar Talisayan, Puskesmas Talisayan, hingga lokasi karhutla di kawasan Poros Talisayan-Biatan. (*)