BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau menyambut baik usulan pembuatan embung kecil dan sumur bor di setiap kecamatan sebagai langkah preventif jangka panjang menangani krisis air dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kendati demikian, pemerintah daerah memilih fokus menuntaskan pemadaman api yang masih membara sebelum merealisasikannya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai usulan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, namun eksekusinya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Kalau kita melakukan pembuatan embung itu untuk preventif, untuk jangka panjang oke, bisa, bagus sekali,” ungkapnya kepada Berauterkini.
Gamalis menegaskan prioritas utama saat ini adalah menjinakkan si jago merah.
“Ke depannya bagus, cuman hari ini kan kita sedang berjibaku untuk memadamkan api yang saat ini sedang terjadi,” tuturnya.
Senada dengan Gamalis, Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, menyampaikan, peninjauan lokasi untuk penempatan embung maupun sumur bor baru akan dilakukan setelah kondisi di lapangan benar-benar kondusif.
“Itu tindakan preventif, setelah ini berlalu, kita akan pikirkan lokasi-lokasi mana yang cocok untuk penempatan embung maupun sumur bor tersebut,” jelas Masyhadi. (*)
