BERAU TERKINI – Citra satelit dari NASA memperlihatkand dampak karhutla di Pulau Kalimantan.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan belum berhenti.

Imbas karhutla, hampir semua provinsi di Pulau Kalimantan kini tertutup kabut asap.

Bahkan badan antariksa Amerika Serikat yakni NASA menunjukkan kabut asap yang terjadi akibat karhutla.

Terlihat satu pulau Kalimantan hampir sepenuhnya tertutup oleh kabut asap karhutla.

Upaya Pemadaman Karhutla di Berau (Ist)
Upaya Pemadaman Karhutla di Berau (Ist)

Tak ada bagian Pulau Kalimantan yang terbebas dari kabut asap, baik yang masuk wilayah Indonesia, Malaysia maupun Brunei Darussalam.

“Gambar ini berdasarkan citra satelit NASA yakni Satelit Aqua, terlihat kabut asap menutupi wilayah Kalimantan di Indonesia dan Malaysia,” tulis keterangan resmi NASA.

NASA menyebut, karhutla yang terjadi diperparah dengan kondisi kemarau panjang dan El Nino yang menyebabkan lahan gambut menjadi rentan terbakar.

Tak hanya rentan terbakar, proses pemadaman juga lebih sulit dilakukan di lahan gambut yang terbakar.

“Kebakaran terjadi dan menyebar di Indonesia. Lahan gambut mengeluarkan lebih banyak kabut asap dan lebih sulit untuk dipadamkan,” jelasnya.

Peta persebaran kabut asap di wilayah ASEAN (iqair.com)
Peta persebaran kabut asap di wilayah ASEAN (iqair.com)

Negara ASEAN Protes

Sebelumnya diberitakan, kabut asap dari karhutla di Indonesia kini menyebar ke kota-kota di Asia Tenggara.

Dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tak hanya dirasakan warga Indonesia.

Negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia dan Singapura juga terdampak kabut asap karhutla.

Tak hanya Malaysia dan Singapura, kabut asap juga dirasakan oleh warga Manila Filipina.

Bahkan kondisi cuaca di pusat kota Manila, Filipina berubah menjadi gelap akibat kiriman kabut asap asal Indonesia.

“Kabut asap tebal menyelimuti wilayah Metro Manila, kabut asap itu berasal dari kebakaran hutan di Kalimantan Indonesia yang terbawa angin khatulistiwa,” tulis laporan media Filipina ABS-CBN Metro.

“Kabut asap itu terbawa arus angin yang berpotensi bertahan hingga beberapa hari ke depan, turunnya hujan diprediksi membuat kondisi cuaca lebih cerah,” jelasnya.