BERAU TERKINI – Festival Rindu Dumaring (FRD) 2026 kembali menghadirkan ruang perjumpaan budaya melalui program Belajar dari Sang Maestro – Bakuntau.
Kegiatan ini mempertemukan generasi muda dengan seni bela diri tradisional khas Dumaring yang diwariskan langsung oleh para tetua adat.
Sebanyak 10 peserta yang terdiri atas siswa SMAN 3 Berau dan staf Program Kolaborasi Konservasi Hutan dan Sungai Dumaring berguru langsung kepada Nik Suardi, Maestro Bakuntau Dumaring.
Dalam proses pelatihan, fasilitator turut mendampingi guna menjembatani komunikasi agar filosofi serta teknik yang diperagakan sang maestro dapat diserap secara terstruktur.

Edukasi Bakuntau tidak hanya melatih ingatan fisik peserta dalam menirukan jurus.
Lebih dari itu, peserta diajak menggali makna kependekaran, fungsi etika, hingga nilai disiplin, keberanian, penghormatan, kerendahan hati, serta pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai ajang unjuk kebolehan, sebanyak lima peserta menjajal kemampuannya dalam Lomba Bakuntau pada 30 Agustus 2026.
Lomba terbagi dalam dua sesi, yakni peragaan rangkaian langkah dan jurus dasar secara berurutan, dilanjutkan dengan uji kombinasi jurus secara luwes.
Penilaian dilakukan langsung oleh Nik Suardi bersama fasilitator dengan berfokus pada ketepatan gerakan, keseimbangan, kontrol tubuh, kelancaran, hingga sikap disiplin.
Poin utama penilaian sengaja tidak mencari siapa yang paling kuat atau cepat, melainkan siapa yang paling cermat menyerap ajaran sang maestro.
Melalui program ini, FRD menegaskan Bakuntau bukan sekadar pertunjukan seni belaka, melainkan pengetahuan hidup yang dialami langsung.
Perjumpaan generasi muda dengan para tetua ini diharapkan dapat menjaga nyala pelestarian warisan budaya Dumaring agar tidak padam digerus zaman. (*/Adv)
