BERAU TERKINI – PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi pasokan BBM ke wilayah Berau kembali normal.
Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Tanjung Redeb, Berau pada Senin (31/8/2026) kemarin.
Kondisi itu terjadi karena kelangkaan BBM. Tak hanya di SPBU, BBM juga sulit didapatkan di pedagang eceran.
Sulitnya mendapatkan BBM di wilayah Berau karena kendala distribusi pasokan BBM.
Kapal pengangkut BBM dilaporkan datang terlambat karena terjadi kendala saat pengiriman dari Balikpapan.
Namun pihak Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM kembali normal pada Selasa (1/9/2026) ini.

Hal itu disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, merespons kelangkaan dan antrean panjang pembeli BBM pada Senin kemarin.
Edi Mangun bilang distribusi kini mulai diperkuat untuk mempercepat pemulihan stok di seluruh wilayah.
Dia menjelaskan kapal pengangkut BBM akan tiba di Fuel Terminal Berau pada Senin (31/8/2026) malam.
Kedatangan kapal ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang sempat kesulitan mendapatkan BBM, khususnya Pertalite.
Pihaknya telah mengambil sejumlah langkah percepatan agar pasokan BBM segera merata ke seluruh SPBU di Berau.
Salah satunya dengan memajukan operasional Fuel Terminal Berau dari pukul 07.00 WITA menjadi pukul 05.00 WITA.
Kebijakan ini dilakukan untuk mempercepat proses pengiriman BBM ke SPBU dan mempercepat normalisasi pelayanan.
“Hari ini, Pertamina mengoptimalkan pengiriman Pertalite secara bertahap ke SPBU di wilayah Kabupaten Berau,” ujarnya.
“Operasional terminal juga dimulai lebih awal untuk mempercepat proses distribusi dan mendukung pemulihan pelayanan di seluruh titik penyaluran,” jelasnya.
Menurutnya, setelah proses penerimaan dan penyiapan produk selesai dilakukan, distribusi BBM ke SPBU akan kembali berjalan normal mulai Selasa (1/9/2026).
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan sedang dalam proses penguatan dan penyaluran terus dilakukan,” katanya.
“Kami juga melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan SPBU dan seluruh pihak terkait agar pelayanan kepada masyarakat segera kembali optimal,” jelasnya.
