BERAU TERKINI – Wabup Gamalis buka suara usai ratusan hektar lahan terbakar imbas karhutla di Berau.

Sedikitnya 435 hektare lahan di Berau terbakar akibat kasus karhutla yang terjadi di bulan Agustus 2026 ini.

Luasan lahan yang terbakar berpotensi bertambah sebab kasus karhutla belum sepenuhnya selesai.

Kini Pemkab Berau bakal menghadapi masalah baru saat karhutla usai, yakni rehabilitasi lahan yang terbakar.

Wabup Berau Gamalis menegaskan, fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada upaya pemadaman, tetapi juga penanganan setelah karhutla agar lahan yang terdampak tidak menimbulkan masalah baru.

Menurut Gamalis, kondisi lahan yang telah terbakar perlu menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

Karena itu, Pemkab Berau berencana menggelar koordinasi lintas sektor untuk menentukan langkah yang akan dilakukan terhadap kawasan yang terdampak.

“Kalau sudah seperti ini, kita tidak bisa lagi hanya melihat penyebabnya saja. Yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana penanganan lahan yang sudah terbakar ini ke depannya. Semua stakeholder harus duduk bersama mencari solusi,” ujarnya.

Kata dia, Pemkab Berau akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi teknis, perusahaan, hingga kelompok masyarakat untuk merumuskan langkah pemulihan kawasan yang terdampak karhutla.

Selain itu, Pemkab Berau juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem penanganan karhutla yang selama ini diterapkan.

Evaluasi tersebut mencakup kesiapan infrastruktur, peralatan pemadaman, hingga pola pengawasan di wilayah rawan kebakaran.

“Ketika kebakaran sudah terjadi dalam skala besar, tentu dibutuhkan penanganan yang lebih komprehensif. Karena itu kami akan mengevaluasi bersama apa saja yang perlu diperkuat, baik dari sisi pencegahan maupun pemulihan lahannya,” katanya.

“Yang terpenting sekarang bagaimana kita bersama-sama menangani kondisi yang ada dan memastikan kejadian seperti ini bisa diminimalkan ke depan,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Berau Masyhadi Muhdi memberi laporan situasi karhutla kepada Menhut Raja Juli Antoni (Zuhrie/BT)
Kepala Pelaksana BPBD Berau Masyhadi Muhdi memberi laporan situasi karhutla kepada Menhut Raja Juli Antoni (Zuhrie/BT)

Sebelumnya diberitakan, saat Menhut Raja Juli Antoni mengunjungi Berau pada Rabu (26/8), Kepala Pelaksana BPBD Berau Masyhadi Muhdi memberi laporan situasi karhutla kepada.

Dia menjelaskan terdapat ratusan kejadian karhutla sepanjang bulan Agustus 2026 dengan luas lahan terdampak mencapai 435 hektare.

“Kabupaten Berau dari 13 kecamatan 12 kecamatan terdampak karhutla, dengan luasan 435 hektare,” kata Masyhadi Muhdi.

“Kemudian jumlah kejadiannya 208, data ini juga masih bisa bertambah,” jelasnya.

Menurutnya ada sebanyak 5.960 hotspot atau titik panas tersebar di Berau sepanjang bulan Agustus 2026. Di mana terdapat tiga kecamatan di Berau yang memiliki intensitas kejadian karhutla tertinggi.

“Kemudian ada tiga kecamatan dengan intensitas tinggi yaitu Sambaliung, Pulau Derawan, Teluk Bayur ini yang kita hadapi selama Agustus yang intensitasnya tinggi,” ujarnya.

Adapun Menhut Raja Juli Antoni buka suara soal rehabilitasi lahan pasca karhutla di Berau. Dia menegaskan langkah utama saat ini adalah memastikan api karhutla padam.

“Kita sekarang tahap pemadaman sekaligus penegakkan hukum,” katanya.

“Saya kira yang perlu kita bicarakan hari ini bagaimana memadamkan api dan memitigasi dampak,” ujarnya.