BERAU TERKINI – Kualitas udara di Kabupaten Berau kini masuk dalam kategori tidak sehat akibat selimut kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Paparan polusi udara ini dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya sistem pernapasan.

Berdasarkan hasil pengukuran UPTD Puskesmas Kampung Bugis pada Kamis (27/8/2026), tingkat Particulate Matter(PM) 2.5 tercatat mencapai 63 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui batas standar aman sebesar 25 mikrogram. 

Sementara itu, tingkat PM 10 tercatat melonjak hingga 134 mikrogram per meter kubik dari ambang batas normal 70 mikrogram.

Merespons kondisi tersebut, pihak puskesmas mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga iritasi mata.

“Tetap patuhi protokol kesehatan, kurangi beraktivitas di luar rumah, menggunakan masker, konsumsi air putih yang banyak, waspada gejala ISPA,” tulis imbauan resmi UPTD Puskesmas Kampung Bugis melalui akun Instagram miliknya, Jumat (28/8/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, mengonfirmasi, laboratorium pengukuran udara milik daerah belum beroperasi karena masih menunggu pengiriman komponen alat teknis. 

Meski begitu, ia menilai pengukuran yang dirilis pihak kesehatan sudah sangat realistis.

“Saya pikir sama saja hasilnya. Masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, terutama mereka yang rentan terhadap penyakit ISPA dan jangan buang sampah sembarangan,” imbau Zulkifli. (*)