BERAU TERKINI – Presiden Prabowo menegaskan penegakkan hukum karhutla turut menyasar pihak perusahaan.

Kasus karhutla di Indonesia terus meluas. Diketahui ratusan titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan.

Presiden Prabowo pun turun tangan dalam mengatasi kasus karhutla yang terjadi.

Saat meninjau penanganan karhutla di Riau pada Senin (24/8/2026), Presiden Prabowo meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan keterlibatan perusahaan yang menyebabkan karhutla.

Dia meminta izin perusahaan itu dicabut jika benar-benar terlibat dan menyebabkan terjadinya karhutla.

“Kalau ada indikasi segera laporkan, kita segera cabut. Saya minta polisi kejaksaan selidiki, intelijen selidiki,” tegas Presiden Prabowo dikutip YouTube Sekretariat Presiden.

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla (Ist)
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla (Ist)

“Siapapun korporasi apapun, ada sedikit indikasi mereka menyuruh bakar-bakar, kita cabut izinnya, seluruh izin korporasi itu kita cabut. Saya tidak main-main,” tambahnya.

Dirinya juga meminta kepada aparat TNI Polri untuk mencegah terjadinya karhutla dan mengedukasi warga akan bahaya karhutla saat sedang membuka lahan.

Menurut Prabowo, warga bisa mengajukan bantuan kepada pemerintah setempat jika ingin membuka lahan sehingga tak perlu menggunakan metode membakar lahan.

“Semua aparat mencegah kalau ada oknum atau manusia yang sengaja membakar untuk alasan apapun. Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur di semua desa, beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras,” jelasnya.

“Kalau mereka butuh untuk buka lahan, mereka bikin laporan ke camat, bupati, nanti pemerintah yang akan bantu mereka. TNI dan Polri akan membantu, pemda akan membantu rakyat, di organisir per kelompok tani, nanti biayanya bisa melalui KUR, koperasi,” ucapnya.