BERAU TERKINI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Berau.
Cuaca panas dan kondisi lahan yang kering membuat potensi kebakaran meningkat, sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Merespons kondisi tersebut, PT Berau Coal kembali memperkuat dukungannya terhadap Pemerintah Kabupaten Berau.
Melalui Emergency Response Group (ERG), perusahaan turut terlibat dalam operasi pemadaman bersama tim gabungan di sejumlah titik kebakaran.
Sepanjang 18-23 Agustus 2026, tim gabungan melakukan penanganan di berbagai lokasi, di antaranya RT 7 Jalan Poros Gurimbang-Sukan, RT 21 Jalan Limunjan, Jalan Almaarif Kelurahan Gunung Panjang, Kampung Pilanjau, Kampung Tumbit Dayak, Kampung Sutan, Jalan Sungai Buntu RT 20, Long Lanuk KM 22, hingga sejumlah titik di Kecamatan Kelay.

Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), KPHP, PMI Berau, Inhutani, Hutan Sanggam Berau, PT Berau Coal, hingga tim gabungan lainnya.
Emergency Response & Safety Services Department Head PT Berau Coal, Andi Henry Achmad, mengatakan, keterlibatan ERG merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan tim gabungan untuk membantu pemadaman pada titik-titik hotspot yang berada di area dan sekitar area operasional perusahaan untuk mencegah terjadi karhutla. Ini bentuk dukungan yang sudah kami jalankan,” ujarnya.
Dukungan tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya aktivitas pemadaman selama Agustus.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyebut, hingga 20 Agustus 2026, pihaknya telah melakukan pemadaman sebanyak 87 kali.
“Di bulan Agustus ini, Damkar sudah melakukan pemadaman sebanyak 87 kali. Ini belum termasuk pemadaman yang dilakukan oleh rekan-rekan BPBD dan tim gabungan lainnya,” kata Rakhmadi saat berada di lokasi pemadaman di Limunjan.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut memperkuat upaya pemadaman, termasuk PT Berau Coal.
“Terima kasih untuk rekan-rekan Berau Coal atas dukungannya,” ujarnya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, terutama karena pemadaman dilakukan di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Damkar, TNI-Polri, termasuk pihak ketiga, Berau Coal, yang telah banyak membantu, serta kelurahan, KPHP, dan seluruh pihak yang mendukung pemadaman di tengah ancaman karhutla yang sedang terjadi,” ungkap Gamalis.
Gamalis juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk tidak melakukan pembakaran lahan.
Apalagi di tengah kondisi cuaca panas dan kering saat ini dapat membuat api lebih mudah menyebar.
“Pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan potensi meluasnya kebakaran di Kabupaten Berau,” paparnya.

Apresiasi terhadap kolaborasi penanganan karhutla juga datang dari masyarakat. Muliyanah, warga RT 21 Jalan Limunjan, mengaku berterima kasih atas keterlibatan berbagai pihak dalam proses pemadaman.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam pemadaman kebakaran ini,” tuturnya.
Tak hanya mengerahkan tim ERG ke lokasi kebakaran, PT Berau Coal sebelumnya juga telah menyalurkan dukungan logistik untuk Posko Karhutla di Kecamatan Sambaliung.
Dukungan lainnya dilakukan melalui kolaborasi bersama PMI Kabupaten Berau dalam penyediaan water truck untuk membantu penanganan karhutla.
Rangkaian dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen PT Berau Coal untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. (*/Adv)
