BERAU TERKINI – Semarak Pawai Budaya memeringati HUT ke-81 RI di Kecamatan Teluk Bayur tetap berlangsung meriah di tengah ancaman kabut asap.
Sejak pagi, area Alun-Alun Teluk Bayur hingga Jalan Kampung Cina dipadati puluhan kontingen peserta serta warga yang antusias menonton pertunjukan tahunan tersebut.
Acara yang diinisiasi Karang Taruna Teluk Bayur ini diikuti sekitar 50 kelompok peserta dari berbagai tingkatan, mulai PAUD/TK, SD, SMP, SMA, hingga kategori umum.
Para peserta menampilkan beragam daya tarik, seperti gunungan hasil bumi, pakaian adat, pertunjukan angklung, hingga kostum pahlawan.

Ketua Karang Taruna Teluk Bayur sekaligus Ketua Panitia, Sopian, menjelaskan, pawai tahun ini memangkas rute perjalanan dari yang biasa sepanjang 4 kilometer menjadi hanya 2,5 kilometer.
Keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan puskesmas dan dinas pendidikan akibat memburuknya kualitas udara dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau.
“Kemarin saya sudah berkoordinasi dengan puskesmas setempat, termasuk berkoordinasi juga dengan dinas pendidikan. Kami tidak mau mengambil risiko besar, artinya rute yang biasa kami jalankan sekitar 4 km kami ubah menjadi sekitar 2,5 km,” jelasnya kepada Berauterkini, Sabtu (22/8/2026).
Selain memperpendek rute, panitia mewajibkan peserta jenjang anak-anak untuk mengenakan masker selama pawai berlangsung.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi paparan asap yang melanda wilayah perkotaan.
Pawai tahunan ini turut didukung oleh jajaran Muspika, anggota DPRD Berau Agus Uriansyah dan Sri Kumalasari, serta sejumlah perusahaan swasta di kawasan setempat.
Sopian berharap kegiatan budaya ini dapat terus bergulir saban tahun dan mendapat alokasi anggaran khusus dari Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
“Harapan kami ke depan semoga nanti kegiatan ini ada anggarannya dari Kabupaten Berau, diperhatikan dari Dinas Pariwisata, semoga ada anggarannya yang bisa terlaksana dengan baik nanti,” tutupnya. (*)
