BERAU TERKINI – Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan, lahan, dan kebun (karhutlabun) selama musim kemarau, tiga perusahaan perkebunan di Kecamatan Kelay memperkuat kesiapsiagaan melalui apel siaga dan simulasi penanggulangan kebakaran.

Kegiatan tersebut digelar PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), PT Yudha Wahana Abadi (YWA), dan PT General Aura Semari (GAS), yang merupakan anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), Kamis (13/8/2026).

Apel siaga dan simulasi ini turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur Tanca; Camat Kelay, Muh Saleh; Kapolsek Kelay, AKP Linisius Pinem; Danramil 0902-06/Kelay, Kapten Inf Haeruddin Halwin; serta Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dari Desa Muara Lesan, Merabu, dan Merapun.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program TAP untuk Negeri tersebut menjadi upaya memperkuat koordinasi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutlabun.

Apel siaga Karhutla yang digelar TAP Group di Kecamatan Kelay.
Apel siaga Karhutla yang digelar TAP Group di Kecamatan Kelay.

Senior Estate Manager AAPA, Jabeglin Purba, mengatakan, musim kemarau menjadi periode yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. 

Karena itu, kesiapan personel, peralatan, prosedur, hingga koordinasi lintas pihak harus dipastikan sejak dini.

“Melalui apel siaga dan simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh satgas, baik dari perusahaan maupun KTPA di Muara Lesan, Merabu, dan Merapun, benar-benar siap secara sarana, prosedur, maupun koordinasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” ungkap Jabeglin.

Dalam simulasi tersebut, peserta melakukan pengecekan sarana dan prasarana pemadam, latihan koordinasi tanggap darurat antara perusahaan, KTPA, dan unsur Muspika Kelay.

Dinas Perkebunan Berau juga turut terlibat untuk memastikan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan penanganan karhutla di wilayah Kelay berjalan sesuai dengan ketentuan.

Kapolsek Kelay, AKP Linisius Pinem, mengapresiasi langkah perusahaan yang tidak hanya menyiapkan personel dan peralatan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat.

Menurutnya, kondisi di Kecamatan Kelay perlu mendapat perhatian serius lantaran terdapat peningkatan titik panas di sejumlah wilayah. 

“Kondisi di Kelay kini memang terjadi peningkatan hotspot baik di Desa Merapun, Lesan Dayak, maupun Muara Lesan. Saat ini juga sedang masa persiapan lahan di mana masih ada beberapa masyarakat yang membuka lahan dengan membakar,” ujarnya.

Ia menilai, kesiapan sarana dan prasarana pengendalian karhutla yang dimiliki perusahaan sudah menjadi modal penting dalam memperkuat penanganan kebakaran.

“Kami memberikan apresiasi atas inisiatif perusahaan menggelar apel siaga dan simulasi ini. Kami melihat sarana dan prasarana pengendalian karhutla yang dimiliki perusahaan juga telah sesuai dan memenuhi regulasi,” lanjutnya.

Linisius berharap, perusahaan dapat terus berperan dalam membantu pencegahan maupun penanggulangan kebakaran, termasuk di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Hal senada disampaikan Danramil 0902-06/Kelay, Kapten Inf Haeruddin Halwin, yang mendorong perusahaan untuk konsisten melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Terlebih, kebiasaan pembukaan lahan dengan metode pembakaran masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu kebakaran, terutama menjelang musim tanam padi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan patroli gabungan menuju menara api di kawasan yang dinilai rawan kebakaran.

Patroli tersebut dilakukan untuk memastikan sarana pemantauan dan deteksi dini titik api, dapat berfungsi secara optimal. (*)