BERAU TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul maraknya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan, status siaga darurat tersebut menjadi langkah pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla yang belakangan terjadi di berbagai wilayah Bumi Batiwakkal.

“Statusnya masih siaga darurat karhutla. Sekarang tim gabungan sudah berbagi tugas dalam penanganannya,” kata Masyhadi, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, potensi munculnya kabut asap sangat bergantung pada jumlah kejadian karhutla serta efektivitas tim gabungan dalam melakukan pemadaman.

“Kami terus berupaya melakukan penanganan cepat agar kebakaran tidak meluas,” jelasnya.

Petugas gabungan sedang melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Berau.  (IST)
Petugas gabungan sedang melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Berau. (IST)

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Berau juga telah menggelar rapat koordinasi (rakor) siaga darurat di Kantor BPBD Berau pada Kamis (13/8/2026).

Rakor tersebut dihadiri berbagai unsur lintas sektor guna memperkuat koordinasi dan sinergitas dalam menghadapi ancaman karhutla di Berau.

“Di rapat itu kita memperkuat sinergi serta melakukan pencegahan,” katanya.

Masyhadi juga menanggapi potensi terjadinya kabut asap seperti yang pernah melanda Berau pada 2016 dan 2019. 

Dengan kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah saat ini, ia mengaku belum dapat memastikan apakah kondisi serupa akan kembali terjadi.

“Belum bisa berandai-andai. Mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ujarnya.

Di sisi lain, BPBD Berau mencatat sedikitnya 42 hektare lahan telah terbakar berdasarkan data yang berhasil dihimpun hingga saat ini. 

Namun, angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena terdapat sejumlah lokasi yang belum terjangkau petugas, sehingga luasan lahan terbakar belum dapat ditaksir.

“Dari yang terdata kurang lebih 42 hektare lahan yang terbakar. Tapi ada beberapa daerah yang tidak terjangkau armada kami dan luasnya belum bisa ditaksir,” pungkasnya. (*)