BERAU TERKINI – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana membatasi pembelian BBM bersubsidi.
Kementerian ESDM bersama Kemenkeu membahas soal penyaluran BBM bersubsidi.
Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa masih banyak ditemukan penyelewengan dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Salah satu BBM bersubsidi yakni Pertalite disebut kerap salah sasaran dan malah dinikmati oleh kalangan kelas menengah atas.

Dilansir laporan CNN Indonesia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pihaknya bakal menerapkan kebijakan baru guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Kebijakan itu nantinya mulai diujicobakan pada akhir tahun 2026 ini.
“Ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil Lahadalia dikutip laporan CNN Indonesia.
“Pakai BMW, Mercy, masa pakai minyak subsidi?” ucapnya.
Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimis kebijakan baru nanti bisa berjalan dengan baik dengan menggunakan sistem baru yang kini dikembangkan oleh Kementerian ESDM.
Dia berharap, dengan kebijakan itu nantinya besaran subsidi bisa dikurangi dan alokasi BBM bersubsidi bisa tepat sasaran.
“Tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.
