BERAU TERKINI – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Berau menggelar perayaan Milad ke-23 selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, di halaman sekolah Jalan Ki Hajar Dewantara, Tanjung Redeb.
Mengusung tema “Merajut Prestasi yang Berkarakter, Berkreativitas, Islami, dan Cinta Tanah Air Dengan Semangat Kemerdekaan”, acara ini dibuka umum bagi masyarakat.
Perayaan diisi pameran karya murid, bazar kuliner nusantara khas Sumatera Barat hingga Aceh, serta aneka perlombaan tingkat SD/MI se-Kecamatan Tanjung Redeb, seperti lomba adzan, tahfidz, nasyid, bertutur kisah islami, hingga public speaking.
Mewakili Kepala MIN 1 Berau, Nur Kholis, menyampaikan, perayaan milad baru rutin digelar dua tahun belakangan.
Selain mempererat silaturahmi antar-sekolah, agenda ini menjadi wadah unjuk bakat siswa dari hasil kegiatan ekstrakurikuler.

“Kami melaksanakan milad tujuannya yang pertama adalah menyambung silaturahmi antara Madrasah Ibtidaiyah ataupun sekolah dasar baik swasta maupun negeri di Tanjung Redeb,” ujar Nur Kholis, Selasa (11/8/2026).
Ia menambahkan, wadah kreasi ini memberi pemicu semangat bagi siswa dalam berlatih.
“Eskul-eskul yang di sekolah-sekolah itu mereka bersemangat karena yang dipelajari itu ada tindak lanjutnya,” katanya.
Ia juga berharap rangkaian acara berjalan lancar hingga melahirkan generasi berprestasi.
“Harapan kami mudah-mudahan kegiatan ini bisa lancar, bisa terlaksana tidak ada halangan, dari awal hingga akhir dan kami menjadi sekolah yang hebat bermartabat sukses dunia dan akhirat,” harapnya.
Ketua MUI Berau, Syarifuddin Israil, yang meresmikan pembukaan acara menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an, salah satunya dengan membatasi penggunaan gawai.
“Jika ingin menjadikan anak sebagai generasi penghafal Al-Qur’an, maka yang pertama harus dilakukan adalah menjauhkan anak dari gadget,” pesannya.
Menurutnya, paparan gawai berlebih berpotensi mengganggu daya ingat serta mengikis komunikasi anak dengan orang tua di rumah.
“Itu adalah salah satu petuah dari Majelis Ulama Indonesia,” tegas Syarifuddin.
Ia pun berpesan agar MIN 1 Berau terus menjaga kualitas pendidikan karakter dan moral peserta didik.
“Sebab satu-satunya harapan kita ke depan adalah pendidikan agama, di Indonesia banyak orang pintar, banyak orang hebat, tapi sangat kurang yang namanya orang jujur, maka kejujuran itulah yang akan mengangkat kita di hadapan Allah,” tutupnya. (*)
