BERAU TERKINI – Gelaran Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) 2026 yang dinantikan di kawasan destinasi unggulan Maratua kini dibayang-bayangi ketidakpastian.
Kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran yang terjadi dari tingkat pusat hingga daerah membuat sejumlah instansi pemerintah masih berada dalam posisi abu-abu untuk memberikan dukungan secara langsung.
Kondisi tersebut tak ditampik Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih.
Ia mengonfirmasi, pengetatan anggaran memicu potensi hambatan pada alur persiapan kegiatan.
Kendati demikian, ia menilai gelaran ini tetap memiliki peluang besar untuk berjalan lancar melalui bantuan pihak ketiga serta skema kolaborasi lintas sektor.
Langkah penguatan kolaborasi ini mulai dipacu sejak pertengahan bulan lalu.
Menindaklanjuti surat dari Founder MJDF, Agus, pada 15 Juli 2026, Dinas Perikanan Berau meneruskan permohonan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur pada 27 Juli.
Langkah ini ditempuh guna memfasilitasi ruang audiensi bersama DKP Kaltim dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk merancang program bersama yang selaras.
“Tidak harus secara finansial, tetapi mungkin ada kegiatan lain yang bisa kita laksanakan juga bertepatan pada kegiatan Maratua Jazz pada bulan Oktober,” ungkap Yunda, Kamis (6/8/2026).
Ia menekankan, kendati keterbatasan program internal menjadi tantangan, komitmen untuk mendukung ajang pariwisata ini tetap menjadi prioritas.
Dampak penyesuaian anggaran juga memengaruhi keterlibatan Dinas Pariwisata Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Ersa Zuliana, menjelaskan, pengiriman tim kurator event ke lokasi serta bantuan tenaga kesenian terpaksa dibatalkan.
Sebagai gantinya, porsi bantuan dialihkan pada penguatan publikasi.
“Tapi karena juga kemarin ada pemangkasan, jadi kami untuk dukungan event belum bisa dapat bantu untuk event Maratua ini. Mungkin dari sektor promosi kami akan arahkan nanti mungkin ke bagian pemasaran untuk dilakukan publikasi dan promosi setelahnya, itu yang bisa kami bantu,” jelas Ersa.
Direktorat Jasa Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Asri Kenyo, menyatakan, keterlibatan KKP dalam ajang MJDF tahun ini masih dalam tahap peninjauan ulang.
Hal itu mengingat ketatnya alokasi anggaran dan adanya kebutuhan lain yang mendesak.
“Kami mungkin akan coba follow up ya, apakah kami masih bisa kontribusi kembali dalam acara ini. Mengingat dari anggaran maupun kegiatan lain yang mendesak juga, jadi saya coba nanti didiskusikan untuk apakah bisa atau tidaknya,” pungkas Asri. (*)
