BERAU TERKINI – Perusahaan batu bara beroperasi di Berau yakni Berau Coal menjadi sponsor dalam Piala Presiden.
Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 akan memasuki partai final.
Laga final Piala Presiden 2026 yang mempertemukan Persib Bandung vs Persebaya Surabaya akan digelar pada Kamis (6/8/2026) malam nanti.
Jelang laga final, pihak Panitia Piala Presiden 2026 menggelar konferensi pers sekaligus mengungkapkan jumlah sponsor dalam penyelenggaraan Piala Presiden 2026.
Menurut Wakil Ketua Panitia Piala Presiden Vincentius Dominique Sugama, jumlah dana yang diterima dari sponsor untuk turnamen tahun ini melebihi penyelenggaraan pada Piala Presiden 2025 lalu.
Dia menyebut, dalam Piala Presiden 2026 terdapat tujuh perusahaan yang memberikan sponsor, masing-masing perusahaan memberikan dukungan senilai Rp 10 miliar.
“Bahwa sampai dengan hari ini, sponsor dari panitia Piala Presiden 2026 memecahkan rekor dari 2025, dengan total sponsor nett Rp 70 miliar,” kata Vincentius Dominique Sugama dikutip dari akun Instagram @officialpialapresiden

Dari tujuh perusahaan yang ia sebutkan, terdapat perusahaan asal Berau, Kaltim yang bergerak di industri pertambangan batu bara yakni Berau Coal.
Menurut Vincentius Dominique Sugama, Berau Coal turut menjadi sponsor Piala Presiden 2026 dan memberikan dukungan sebesar Rp 10 miliar.
“Ada tujuh perusahaan yaitu Adaro Indonesia Rp 10 miliar, Sedaya Multi Investama Rp 10 miliar, Berau Coal Rp 10 miliar, Barito Pacific Rp 10 miliar, Emtek Group Rp 10 miliar, Sebuku Rp 10 miliar dan Triputra Agro Persada Rp 10 miliar,” tambahnya.
Dia menyebut total dana yang terkumpul dari sponsorship melebihi Rp 70 miliar jika ditambah dengan total dana yang terkumpul lewat pihak pemegang hak siar yakni Emtek Group.
“Hasil ini di luar dari yang diperoleh juga oleh tim Emtek Group,” katanya.
Sementara itu Ketua Steering Comittee Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait menyambut baik dukungan penuh dari para perusahaan yang mendukung terselenggaranya Piala Presiden 2026.
Dirinya memutuskan untuk menambah jumlah hadiah yang akan diterima oleh klub, baik sebagai juara satu, runner up, peringkat ketiga hingga peringkat keempat.
Menurutnya penambahan nominal hadiah bagi klub sebagai bentuk apresiasi serta upaya untuk meningkatkan sportivitas saat berkompetisi.
“Kemarin kan sudah kami tingkatkan juara satu dari Rp 6 miliar jadi Rp 8 miliar. Hari ini saya putuskan untuk juara dua tambah Rp 500 juta, juara tiga tambah Rp 500 juta, juara empat tambah Rp 500 juta,” ujar Maruarar Sirait.
“Jadi tidak boleh ada angka turun ya, harus kebaikan itu semakin tinggi, supaya makin semangat pemainnya, klubnya bersaing sehat,” katanya.
