BERAU TERKINI – Murid SDN 001 Filial Birang dipastikan menjalani sistem Belajar Dari Rumah (BDR) selama dua pekan ke depan, terhitung mulai Selasa (28/7/2026).
Kebijakan ini diambil setelah opsi menumpang di bangunan warga habis masa pinjamnya dan proses belajar ke sekolah induk terkendala jarak.
Plt Kepala SDN 001 Birang, Maimunah, menjelaskan, selama tiga tahun terakhir para murid menumpang di rumah warga.
Ketika pemilik akan memakai kembali rumah tersebut, pihak sekolah sempat mendirikan tenda darurat hingga akhirnya memboyong para murid ke sekolah induk menggunakan bus bantuan Pemkab Berau, Senin (27/7/2026).

“Kenapa sampai pindah, karena anak-anak ini kan belum ada bangunan, belum ada untuk belajar sementara,” ungkap Maimunah kepada Berauterkini, Selasa (28/7/2026).
Awalnya, sekolah merencanakan skema selang-seling tatap muka dan BDR.
Namun, perjalanan jarak jauh menuju sekolah induk memakan waktu hingga satu jam dan membuat banyak murid mabuk perjalanan.
“Dari filial ke sini itu ternyata banyak hambatannya, anak-anak jadi kurang konsentrasi, karena ada yang mabuk,” ucapnya.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah memutuskan memberlakukan BDR penuh selama dua minggu dengan pendampingan guru.
“Ada guru yang mendampingi di sana, dan guru-guru yang dua ini tetap mendampingi memberi pembelajaran,” katanya.
Saat meninjau lokasi bersama Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta agar bangunan sekolah nonpermanen segera didirikan serta berkomitmen memberikan bantuan bahan bangunan.
Pembangunan permanen sendiri belum bisa dilakukan karena masih menunggu kejelasan legalitas tanah dari pihak PT Tanjung Redeb Hutani (TRH).
“Intinya kekurangan-kekurangannya itulah insya Allah beliau ikut membantu,” tutur Maimunah.
Maimunah mengkhawatirkan masalah kepemilikan lahan jika tidak diselesaikan sejak awal.
Ia berharap legalitas tanah segera tuntas agar bangunan sekolah yang layak dan permanen dapat segera terealisasi tanpa risiko sengketa di kemudian hari.
“Takutnya suatu saat apabila sudah permanen dan sudah berdiri, suatu saat akan diambil lagi, kan pembongkaran. Jadi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan belakangan harinya,” tegasnya. (*)
