BERAU TERKINI – Disdik Berau buka suara soal murid SDN 001 Birang Filial yang belajar di tenda.

Puluhan murid yang bersekolah di SDN 001 Birang Filial terpaksa belajar di tenda.

Hal itu terjadi karena bangunan tempat para murid biasanya belajar yakni menumpang di rumah warga tak bisa lagi ditempati.

Kini warga setempat dari RT 17 Kelurahan Gunung Tabur berinisiatif mendirikan tenda bagi murid SDN 001 Birang Filial untuk belajar.

Merespons hal tersebut, Kepala Disdik Berau Mardiatul Idalisah menegaskan Pemkab Berau tidak berpangku tangan.

Menurutnya, pihak Disdik Berau menyiapkan sejumlah solusi sementara, seperti penyediaan angkutan bagi murid sekolah filial untuk bisa belajar di sekolah induk.

Mardiatul Idalisah menegaskan angkutan berupa bus sekolah itu dipastikan tidak dipungut biaya atau gratis.

Tenda darurat sekolah filial SDN 001 Birang, Kecamatan Gunung Tabur. (ZUHRIE/BT)
Tenda darurat sekolah filial SDN 001 Birang, Kecamatan Gunung Tabur. (ZUHRIE/BT)

“Kita akan menggabungkan dahulu murid-murid kita di sini ke sekolah induk, dengan catatan bus pengantarannya itu gratis,” kata Mardiatul Idalisah, Jumat (24/7/2026).

Dirinya menegaskan, pembangunan gedung sekolah baru belum dapat dimungkinkan karena kendala legalitas lahan.

Mardiatul Idalisah mendorong pihak kelurahan setempat bisa mencarikan lahan yang sudah clean and clear dan siap secara legalitas.

“Karena kami secara regulasi belum bisa membangun,” ujarnya.

“Kami juga sudah komunikasi dengan Pak Lurah soal lahan yang bisa dibangun, kalau itu ada, tentu dapat dukungan dari Pemkab Berau,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah.

Sebelumnya diberitakan, Ketua RT 17 Kelurahan Gunung Tabur, Fadli, menjelaskan, penggunaan tenda darurat ini merupakan hasil kesepakatan masyarakat demi memastikan proses pendidikan anak-anak tetap berjalan.

“Masyarakat menginginkan di sini karena tidak ada lagi bangunan yang bisa kami pakai di dalam perumahan itu,” ujar Fadli.

Sebelumnya, kegiatan belajar-mengajar sekolah filial dari SD 001 Birang ini telah menumpang di rumah warga selama tiga tahun, terhitung sejak Juli 2023.

Namun, karena rumah tersebut akan digunakan kembali oleh pemiliknya, warga berinisiatif mendirikan tenda sebagai lokasi belajar sementara.

“Tenda ini baru dibangun karena ketidakadaan lagi tempat atau bangunan yang harus kami pakai,” tambahnya.

Fadli mengungkapkan, persoalan mendasar yang menghambat pembangunan fasilitas sekolah permanen di wilayahnya adalah status lahan.

Kawasan permukiman dan pinggir jalan di wilayah RT 17 hampir seluruhnya masuk dalam areal konsesi PT Tanjung Redeb Hutani (TRH).

Kondisi tersebut membuat Disdik Berau maupun pihak terkait kesulitan membangun gedung sekolah resmi karena tidak adanya hibah lahan murni.

“Dari kedinasan itu sulit untuk membangun karena tidak ada hibah murni. Kami diberikan izin untuk bangunan di sini hanya izin pinjam pakai dan sifatnya non-permanen,” terang Fadli.

Masyarakat berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk mengupayakan pelepasan kawasan (enclave) dari areal konsesi perusahaan, khususnya bagi fasilitas publik warga perbatasan.

Terkait kelangsungan dan tindak lanjut fasilitas pendidikan ini, Fadli merencanakan koordinasi intensif bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), baik Kelurahan maupun Kecamatan Gunung Tabur.

“Insyaallah kami akan koordinasi dengan pihak Muspika untuk mencari solusi terbaik dan menentukan langkah selanjutnya terkait pembangunan sekolah ini,” katanya.