BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menyiapkan area berkemah (camping ground) di kawasan pesisir. 

Inovasi ini digulirkan guna mengatasi kelangkaan akomodasi yang sering terjadi saat puncak musim liburan tiba.

Langkah ini dicetuskan sebagai solusi cepat antisipasi lonjakan wisatawan yang kerap membuat seluruh homestay dan penginapan di wilayah pesisir penuh.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menjelaskan, ide pemanfaatan lahan kosong ini berawal dari usulan pemerintah kecamatan.

Pihaknya juga akan memfasilitasi penyediaan tenda berbayar yang pengelolaannya diserahkan kepada warga lokal.

“Nantinya kami siapkan tenda dan fasilitas pendukung, sehingga wisatawan tetap dapat menikmati liburan dengan suasana alam. Sistemnya kemungkinan berbayar dengan tarif tertentu dan pengelolaannya akan melibatkan masyarakat setempat,” ujar Yudha, Senin (20/7/2026).

Yudha menilai pembangunan penginapan permanen membutuhkan investasi besar dan waktu yang lama, sementara lonjakan wisatawan terjadi hingga tiga kali dalam setahun. 

Konsep camping ground dianggap sebagai langkah cepat, ekonomis, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

Selain camping ground, Disbudpar tetap mendorong pengembangan homestay berbasis rumah warga. 

Rumah penduduk yang layak huni akan didorong untuk disewakan kepada pengunjung.

“Kami akan mempelajari skemanya terlebih dahulu. Jika memungkinkan untuk dianggarkan, kami akan membantu penyediaan fasilitas seperti springbed, sprei, bantal, guling, dan perlengkapan lain yang sesuai standar,” jelasnya.

Rencana penyediaan akomodasi alternatif ini diprioritaskan untuk kawasan pesisir daratan yang paling sering kewalahan menampung pengunjung saat long weekend. 

Sementara itu, untuk destinasi kepulauan seperti Pulau Derawan dan Maratua, kapasitas penginapan dinilai masih mencukupi.

“Kami ingin memastikan tidak ada wisatawan yang kesulitan mendapatkan tempat menginap. Sementara untuk Maratua dan Derawan, jumlah pengunjungnya masih relatif stabil dan kapasitas penginapannya masih bisa menampung,” tutupnya. (*)