BERAU TERKINI – Insiden kandasnya kapal Live on Board (LOB) di perairan Pulau Maratua terus menjadi atensi serius Pemerintah Kabupaten Berau.
Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran karena berdampak langsung pada kerusakan ekosistem terumbu karang yang telah dijaga kelestariannya selama bertahun-tahun sebagai aset wisata bahari dunia.
Di tengah penanganan dampak kerusakan yang belum tuntas, kini berembus kabar adanya sekitar 30 kapal LOB jilid berikutnya yang dijadwalkan segera memasuki kawasan perairan Bumi Batiwakkal.
Merespons rumor tersebut, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengaku pihaknya belum menerima laporan resmi maupun dokumen manifes lanjutan terkait rencana kedatangan rombongan kapal wisata berukuran besar itu.
“Saya belum dapat info terkait itu ya, nanti saya update dulu lah,” ungkap Said kepada Berauterkini.
Guna mencegah terulangnya kecelakaan laut serupa, Pemkab Berau menegaskan pentingnya pengetatan pengawasan bersama syahbandar dan penegak hukum terkait.
Pemerintah daerah juga dituntut untuk terus menyampaikan transparansi progres penanganan investigasi terumbu karang yang rusak.
Hal itu demi menjawab kegelisahan masyarakat pesisir di tengah isu gelombang masuknya puluhan kapal LOB baru tersebut. (*)
