BERAU TERKINI – Museum tidak lagi dilihat hanya sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah. 

Pemerintah Kabupaten Berau ingin menjadikan museum sebagai ruang belajar yang mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah.

Langkah tersebut diwujudkan dengan mendorong sekolah-sekolah di Berau untuk menjadikan kunjungan ke museum sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Melalui program ini, para pelajar diharapkan dapat mengenal langsung jejak sejarah Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung yang menjadi bagian penting dari perjalanan Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantoso, mengatakan, selama ini pemanfaatan museum sebagai media edukasi masih belum optimal. 

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso.

Padahal, museum memiliki nilai pembelajaran yang tidak dapat diperoleh hanya melalui buku pelajaran.

“Ke depan kami akan mengimbau kepala sekolah agar mengajak para pelajar berkunjung ke museum untuk belajar seni dan budaya. Selama ini, hal tersebut masih belum maksimal,” ujarnya pada Berauterkini, Rabu (8/7/2026).

Menurut Yudha, Museum Batiwakkal dan Keraton Sambaliung merupakan cagar budaya yang menyimpan berbagai koleksi dan peninggalan bersejarah yang merekam perjalanan panjang budaya dan pemerintahan di Berau.

Disbudpar juga mendorong agar kunjungan ke museum diintegrasikan dengan mata pelajaran yang relevan, seperti Sejarah, Seni Budaya, maupun Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Dengan demikian, kegiatan belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Nanti teknisnya akan dikoordinasikan oleh pihak sekolah. Pada waktu-waktu tertentu, sesuai dengan materi pelajaran, para siswa bisa melakukan kunjungan ke museum sebagai bagian dari kegiatan belajar,” jelasnya.

Dia menilai pengalaman melihat langsung koleksi sejarah akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta didik mengenai identitas budaya daerahnya.

“Selain untuk meningkatkan literasi budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun rasa memiliki terhadap warisan sejarah yang dimiliki Berau,” imbuhnya.

Melalui langkah ini, Disbudpar berharap museum dapat menjadi ruang edukasi yang lebih hidup, sekaligus meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal, menjaga, dan melestarikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah. (*)