BERAU TERKINI – Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan memiliki peran penting dalam upaya menekan angka stunting.
Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai strategi mendukung percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa faktor lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan sanitasi, menjadi salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap kondisi stunting di daerah.
“Materi yang disampaikan sangat baik karena membuka wawasan bahwa pengelolaan sampah dan faktor lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap angka stunting. Saat ini Kabupaten Berau masih berada di peringkat kelima angka stunting di Provinsi Kalimantan Timur. Ini menjadi perhatian bersama agar angka tersebut terus dapat ditekan,” ujarnya.
Said berharap edukasi serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan para camat, lurah, serta perangkat daerah terkait.
Dengan begitu, seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih melalui pengelolaan sampah yang baik dan peningkatan sanitasi.
Ia menegaskan, penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah serta partisipasi masyarakat.
“Muara dari semua upaya ini adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga, sehingga angka stunting dapat ditekan lebih rendah lagi,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Sekda Said mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Salah satunya melalui pengaktifan kembali bank sampah dan pengembangan berbagai inovasi di tingkat RT.
Selain itu, pemanfaatan dana RT untuk mendukung program pengelolaan sampah sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Menurutnya, setiap kecamatan memiliki kondisi yang berbeda, sehingga strategi pengelolaan sampah juga harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Masyarakat juga perlu terus diedukasi mengenai pentingnya memilah sejak dari rumah agar sampah yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali.
“Dengan pengelolaan sampah yang baik, lingkungan menjadi lebih sehat, sanitasi semakin baik, dan pada akhirnya turut mendukung upaya pencegahan stunting di Berau,” pungkasnya. (*)

