BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau membeberkan titik-titik lokasi yang menjadi target penilaian Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat.
Proses verifikasi penting ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 5-10 Juli 2026.
Rangkaian proses verifikasi lapangan tersebut dibagi ke dalam dua wilayah pelestarian karst, yakni Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengonfirmasi, tim verifikator nasional telah mendarat di Kota Samarinda melalui Bandar Udara APT Pranoto.

Selaku perwakilan tim geopark dari Bumi Batiwakkal, dirinya ikut menyambut langsung kedatangan tim penilai tersebut untuk mengawal seluruh rangkaian agenda.
“Hari ini tim verifikasi atau tim penilai datang dan disambut di Bandara APT Pranoto Samarinda,” ujar Yudha kepada Berauterkini, Senin (6/7/2026).
Yudha mengungkapkan, rute penilaian utama di wilayah Berau akan menyisir objek wisata alam eksotis dan situs geologi penting.
Lokasi tersebut meliputi Danau Dua Rasa Labuan Cermin, Singkapan Batuan Sinondok, View Lansekap Puncak Capeha, Taman Sungai Dumaring, hingga sumber air panas asin Pemapak di pesisir selatan.
Tak hanya fokus pada bentang alam karst di wilayah pesisir, tim verifikator nasional juga dijadwalkan menyambangi situs budaya di area perkotaan, yaitu Keraton Sambaliung dan Museum Batiwakkal Gunung Tabur.
Sesuai jadwal, penilaian fisik di lapangan baru akan dimulai pada Selasa (7/7/2026).
Kendati demikian, indikator penilaian secara administratif sudah berjalan sejak pertemuan perdana di Bandara APT Pranoto yang dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur. (*)
