BERAU TERKINI – Keberhasilan membawa kue-kue tradisional pesisir Berau menembus pasar ritel modern membuat Nurul Huda terus berupaya meningkatkan daya saing produknya melalui peningkatan kualitas usaha, legalitas, hingga penguatan kapasitas produksi.
Sebelumnya, Nurul dikenal sukses mengangkat citra kue tradisional melalui kemasan yang lebih modern hingga produknya masuk ke swalayan dan toko oleh-oleh di Berau.
Pemilik usaha kue tradisional khas Bajau pesisir itu mengaku, berbagai program pendampingan dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usahanya.
“Pelatihan-pelatihan dan pendampingan legalitas, seperti sertifikasi halal maupun SIINas sangat membantu. Yang terbaru, kami mengikuti pelatihan digital marketing pada Juni lalu dan dampaknya sangat positif untuk usaha kami,” ujar Nurul.

Tak hanya itu, ia juga rutin mendapatkan dukungan untuk mengikuti berbagai kegiatan gelar produk maupun expo yang diselenggarakan di dalam maupun luar Berau.
“Produk kami juga sering dibawa Diskoperindag untuk mengikuti expo di luar kota. Ini sangat membantu memperluas pemasaran,” katanya.
Meski demikian, Nurul mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan usahanya.
Kenaikan harga bahan baku membuatnya harus berhati-hati dalam menentukan harga jual agar tetap kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk.
Selain itu, proses produksi yang masih mengandalkan peralatan manual menjadi kendala ketika permintaan dalam jumlah besar datang.
“Kalau ada pesanan banyak, proses produksinya membutuhkan waktu lebih lama karena peralatan kami masih manual,” ungkapnya.
Dari sisi legalitas, usaha yang mulai benar-benar ditekuni sejak 2019 tersebut kini hampir memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk memperluas pasar.
Sertifikasi halal dan berbagai dokumen legal telah dikantongi, sementara sertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi target berikutnya.
“Untuk legalitas sudah lengkap, tinggal BPOM yang belum kami miliki,” jelasnya.
Selain kue sarang semut yang telah dikenal masyarakat, Nurul juga terus mempertahankan keberadaan aneka jajanan khas Bajau pesisir, seperti kue keminting, koleng-koleng, dan gereget.
“Produk yang kami jual memang khusus kue-kue tradisional Bajau pesisir. Kami ingin makanan khas daerah ini tetap dikenal masyarakat,” tuturnya.
Meski usaha tersebut telah dirintis sejak 2013, Nurul mengatakan pengelolaannya secara serius baru dimulai pada 2019.
Sejak saat itu, berbagai inovasi dilakukan, mulai dari pembenahan kemasan, pengurusan legalitas, hingga perluasan pemasaran yang kini terus berkembang dengan dukungan pemerintah daerah. (*/Adv)
