BERAU TERKINI – Wagub Kaltim Seno Aji mengungkapkan rencana penggunaan dana bantuan keuangan Pemprov Kaltim untuk Berau.

Pemprov Kaltim berkomitmen untuk membangun Kabupaten Berau khususnya di bidang infrastruktur pada tahun 2026 ini.

Hal itu diungkapkan Wagub Kaltim Seno Aji saat menjelaskan peruntukan alokasi Bankeu Pemprov Kaltim untuk Berau.

“Kalau dari provinsi sudah ada. Tahun ini kita masukkan bantuan keuangan sebesar Rp110 miliar ke Kabupaten Berau untuk perbaikan infrastruktur-infrastruktur,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat menghadiri pembukaan Festival Adat Abutta Banua di Kelurahan Sambaliung, Rabu (1/7/2026).
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat menghadiri pembukaan Festival Adat Abutta Banua di Kelurahan Sambaliung, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, terkait dukungan program dari pemerintah pusat, Seno Aji menyebut hingga saat ini belum ada kepastian karena Pemkab Berau masih akan melakukan pembahasan dengan pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan, Bupati Berau dijadwalkan bertolak ke Jakarta dalam beberapa hari ke depan untuk bertemu dengan Dirjen di Kementerian PU guna membahas usulan pembangunan yang menjadi prioritas daerah.

“Kalau untuk pusat belum ada, karena memang Bu Bupati mungkin dua atau tiga hari lagi baru ke pusat, bertemu dengan Dirjen PU. Mudah-mudahan setelah itu akan ada. Kemarin kami juga sudah berdiskusi agar segera berangkat ke Jakarta untuk membahas kebutuhan pembangunan Berau,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov Kaltim juga tertarik mengembangkan pariwisata di Berau.

Wagub Kaltim Seno Aji menyebut, Pemprov Kaltim tengah melirik pengelolaan bersama Pulau Kakaban.

“Saat ini kami masih berdiskusi dengan pemerintah kabupaten. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana skema PAD yang baik, sehingga sama-sama memberikan manfaat bagi provinsi maupun Kabupaten Berau,” ujarnya.

Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua. (Istimewa)
Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua. (Istimewa)

Seno Aji menjelaskan, secara kewenangan, Pulau Kakaban memang berada di bawah pengelolaan Pemprov Kaltim.

Karena itu, selama ini promosi destinasi tersebut, termasuk ke pasar internasional, juga dilakukan oleh pemerintah provinsi sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Menurutnya, promosi yang dilakukan di tingkat internasional diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan devisa negara, tetapi juga mendongkrak pendapatan daerah.

“Kalau promosi dilakukan hingga ke mancanegara, tentu harapannya wisatawan semakin banyak datang. Dampaknya bukan hanya devisa untuk negara, tetapi juga PAD bagi provinsi dan Kabupaten Berau,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan pembahasan kerja sama tersebut masih sebatas wacana yang terus dimatangkan.

Belum ada keputusan final terkait mekanisme pengelolaan maupun pembagian pendapatan.

“Ini masih dalam tahap diskusi. Mudah-mudahan nanti kita menemukan formulasi terbaik yang menguntungkan semua pihak dan mampu mendorong sektor pariwisata Berau semakin berkembang,” tutupnya.