BERAU TERKINI – Berikut ini fakta-fakta dari aksi demonstrasi mendukung MBG di Berau.

Puluhan orang di Tanjung Redeb, Berau menggelar aksi demonstrasi mendukung program makan bergizi gratis atau MBG.

Aksi itu dilakukan di area GOR Pemuda dan Kantor Bupati Berau, pada Rabu (1/7/2026) siang.

Belakangan diketahui, aksi itu dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN).

Mereka melakukan aksi dengan sejumlah aspirasi, yakni menolak program MBG dihentikan dan mendukung pemberantasan korupsi yang sempat terjadi di BGN.

Massa aksi juga mendukung program MBG dilanjutkan khususnya di area 3T demi bisa meningkatkan kualitas SDM generasi masa depan.

Suasana aksi damai mendukung program MBG di teras Kantor Bupati Berau, Rabu (1/7/2026). (AIDIL/BT)
Suasana aksi damai mendukung program MBG di teras Kantor Bupati Berau, Rabu (1/7/2026). (AIDIL/BT)

Bantu Ekonomi

Tak hanya menyuarakan program MBG, peserta aksi juga mengakui program MBG memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Mia yang kini bekerja di salah satu SPPG di Berau.

Dia menyebut semenjak ada program MBG kondisi ekonomi keluarganya jadi lebih baik.

“Alhamdulillah bisa membantu perekonomian keluarga,” ungkap Mia kepada Berauterkini, Rabu (1/7/2026).

Ia menambahkan, fleksibilitas waktu menjadi alasan utama mengapa pekerjaan ini sangat diminati para IRT.

“Pas kebetulan ada program-program begini kan itu ya enak. Karena kan kita bisa mengatur waktunya juga,” tambahnya.

Mia menegaskan, kehadirannya dalam demonstrasi ini murni digerakkan oleh naluri dari dalam hati.

Manfaat positif yang sudah dirasakan secara langsung oleh masyarakat maupun para pekerja dapur umum membuat mereka tidak ingin program ini mandek di tengah jalan.

“Dampak positifnya seperti apa, kita sudah merasakan langsung, jadi biar tetap berjalan,” tutur Mia.

Presiden Prabowo saat meninjau SPPG milik Polri (YouTube/Setpres BPMI)
Presiden Prabowo saat meninjau SPPG milik Polri (YouTube/Setpres BPMI)

Hal yang sama juga diungkapkan oleh peserta aksi lainnya yakni Alifiyah.

Baginya, penyesuaian aturan bukanlah masalah besar asalkan dapur umum tidak berhenti berproduksi.

“Kalau sampai ada peraturan-peraturan baru ya tidak apa-apa. Yang penting tetap berjalan,” ujarnya.

Alifiyah menjelaskan, kehadiran program MBG sangat menyelamatkan nasib para perempuan yang kesulitan mencari kerja di sektor formal karena faktor usia.

Tanggung jawab membiayai anak sekolah menjadi lebih ringan sejak mereka bisa bekerja di dapur umum.

“Mungkin kalau di lain tidak bisa kerja kalau ibu-ibu yang sudah lanjut. Alhamdulillah dengan adanya MBG kita bisa masuk,” jelasnya.