BERAU TERKINI – Frekuensi kebakaran di Kabupaten Berau masih tergolong tinggi.

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mencatat telah menangani 40 kejadian kebakaran dengan berbagai kategori.

Dari total tersebut, kebakaran permukiman menjadi kasus yang paling mendominasi, yakni sebanyak 22 kejadian. 

Selain menghanguskan bangunan dan harta benda warga, insiden kebakaran juga menelan korban jiwa.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional, Komunikasi, Pemadaman, dan Investigasi Disdamkarmat Berau, Azkar, mengatakan, total kerugian akibat puluhan peristiwa itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

WhatsApp Image 2026 07 01 at 16.13.17 6

“Selama enam bulan terakhir, kami menangani 40 kejadian kebakaran. Kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah dan ada satu korban meninggal dunia,” ujarnya, Rabu (1/6/2026).

Korban jiwa tersebut terjadi dalam peristiwa kebakaran rumah di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan, yang terjadi beberapa hari lalu.

“Korban merupakan anak berusia kurang lebih 3 tahun,” jelasnya.

Meski penyebab pasti setiap kebakaran menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan, berdasarkan hasil investigasi awal, sebagian besar insiden diduga dipicu korsleting listrik dan kelalaian saat menggunakan kompor.

“Mayoritas karena korsleting atau arus pendek dan kompor,” paparnya.

Selain kebakaran permukiman, Disdamkarmat Berau juga menangani 11 kasus kebakaran lahan, tiga kebakaran mobil, dua kebakaran kabel listrik, satu pengamanan aksi unjuk rasa, serta satu kegiatan penyiraman lahan.

Disdamkarmat Berau pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah dan memastikan kompor maupun sumber api telah dimatikan setelah digunakan.

“Harapannya kita lakukan pencegahan sedini mungkin. Upaya sederhana yang kita lakukan memiliki peran besar mencegah terjadinya potensi kebakaran,” pungkasnya. (*)