BERAU TERKINI – Sebanyak 60 pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Berau resmi dilantik untuk masa bakti yang baru.

Kepengurusan yang diketuai Sri Aslinda Gamalis itu berkomitmen memperkuat edukasi dan upaya pencegahan penyakit jantung melalui berbagai program promotif dan preventif di Bumi Batiwakkal.

Sri Aslinda menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Yayasan Jantung Indonesia Kalimantan Timur kepada dirinya dan seluruh jajaran pengurus.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan kami jalankan dengan penuh dedikasi dan komitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung serta pembuluh darah di Kabupaten Berau,” ujarnya kepada Berauterkini, Rabu (1/6/2026).

Ia menjelaskan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di Indonesia.

WhatsApp Image 2026 07 01 at 16.07.29 3 e1782897754467

Berbagai faktor risiko seperti pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, stres, hipertensi, diabetes, hingga obesitas menjadi penyebab yang harus diantisipasi sejak dini.

Menurutnya, hipertensi menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus karena sering kali tidak menimbulkan gejala atau dikenal sebagai silent killer.

Karena itu, masyarakat diimbau rutin memeriksakan tekanan darah agar penyakit dapat dideteksi lebih awal sebelum menimbulkan komplikasi.

“Kesadaran untuk melakukan cek kesehatan secara berkala harus menjadi kebiasaan masyarakat. Jangan menunggu sakit baru memeriksakan diri,” katanya.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kesehatan, YJI Berau akan mengoptimalkan berbagai program edukasi kepada masyarakat, mulai dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), senam jantung sehat, peningkatan aktivitas fisik, penyuluhan faktor risiko penyakit jantung, hingga skrining penyakit tidak menular bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, YJI Berau juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia usaha, organisasi profesi, media, dan berbagai elemen masyarakat agar program pencegahan penyakit jantung dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sri Aslinda turut mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat melalui penerapan perilaku CERDIK, yakni cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat yang cukup, serta kelola stres dengan baik.

“Kami meyakini upaya promotif dan preventif merupakan investasi terbaik untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas. Keberhasilan program ini tentu membutuhkan dukungan seluruh pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kalimantan Timur, Wahyu Seno Aji, meminta kepengurusan baru YJI Berau segera menyusun program kerja yang inovatif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia mendorong YJI Berau membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Berau, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta organisasi kemasyarakatan agar seluruh program berjalan optimal.

“Segera bergerak menyusun program kerja yang inovatif dan menjangkau seluruh masyarakat. Bangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat Yayasan Jantung Indonesia benar-benar dirasakan masyarakat Berau,” pesannya.

Wahyu juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rutin berolahraga, menjaga pola makan dengan mengurangi makanan berminyak dan memperbanyak makanan sehat, mencukupi waktu istirahat, serta mengelola stres.

Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut menjadi cara paling efektif untuk menekan risiko penyakit jantung.

“Menjaga kesehatan selalu lebih baik daripada mengobati. Mari bersama-sama membudayakan hidup sehat demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (*)