BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau mematangkan rangkaian persiapan jelang agenda penilaian Geopark Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 5-10 Juli 2026 mendatang.
Proses verifikasi selama lima hari tersebut akan dibagi ke dalam dua wilayah, yakni Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan, tim verifikator nasional dijadwalkan menyisir rute Kabupaten Berau pada 8-10 Juli 2026.
Tim penilai akan bergerak via jalur darat dari Kota Samarinda menuju Kutai Timur terlebih dahulu, sebelum akhirnya masuk ke Berau melalui titik awal di Kecamatan Bidukbiduk.
“Nanti timnya datang dari Samarinda perjalanan ke Kutim. Jadi Kutim dulu yang diverifikasi, kemudian baru dari Kutim lewat jalur darat sampai ke Berau,” ungkap Samsiah kepada Berauterkini, Kamis (25/6/2026).

Meski Kecamatan Bidukbiduk memiliki tiga objek geosite potensial, tim verifikator dipastikan hanya akan menyambangi dua lokasi, yaitu Labuan Cermin dan Tanjung Sinondok.
Pembatasan ini terpaksa dilakukan karena ketatnya durasi kunjungan lapangan.
“Karena terkait waktu, di sini cuma satu hari setengah,” singkatnya.
Setelah dari Bidukbiduk, rombongan tim penilai akan melanjutkan perjalanan ke Kampung Dumaring, disusul peninjauan wisata air panas asin Pemapak di Kecamatan Biatan.
Agenda verifikasi akan ditutup dengan kunjungan ke Kantor Disbudpar Berau, Museum Sambaliung, Keraton Gunung Tabur, serta jamuan makan siang bersama Bupati Berau sebelum tim bertolak pulang.
Samsiah berharap seluruh rangkaian agenda ini berjalan mulus agar kekayaan alam Bumi Batiwakkal diakui di level tertinggi.
“Mudah-mudahan saja sukses, kita bisa lolos ke klasifikasi nasional,” harapnya.
Guna memastikan akurasi durasi perjalanan, Disbudpar Berau menetapkan adanya simulasi atau trial rute lanjutan untuk menentukan jalur logistik yang paling efektif di lapangan.
“Jadi itu jalurnya udah bener-bener fix, kalau ini masih ada opsi A, opsi B, karena melihat waktu dan durasi perjalanannya,” tambah Samsiah.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menambahkan, koordinasi simulasi rute ini dipimpin langsung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Untuk wilayah Berau, uji coba jalur darat tersebut dijadwalkan mulai bergerak pada Jumat esok hari.
“Tanggal 24 sudah dimulai dari Kutim dan lanjut masuk Berau tanggal 26-28,” kata Yudha.
Dalam trial final ini, Disbudpar Berau mengutus dua orang perwakilan untuk mengawal kesiapan fasilitas di tiap geosite. (*)
