BERAU TERKINI – Federasi sepak bola Iran melayangkan protes resmi ke FIFA terkait pelaksanaan Piala Dunia.

Timnas Iran dipaksa kembali ke base camp mereka di Tijuana Meksiko usai menjalankan laga melawan Selandia Baru di Los Angeles, Amerika Serikat.

Padahal, berdasarkan jadwal, Timnas Iran akan kembali bermain di Los Angeles, Amerika Serikat saat bertemu Belgia pekan depan.

Tetapi karena aturan ketat dari pihak imigrasi Amerika Serikat, maka Timnas Iran harus bolak-balik Meksiko – Amerika Serikat demi melakoni laga Piala Dunia.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei merasa timnya menjadi yang paling didiskrimasi dan diopresi sepanjang gelaran Piala Dunia.

Laga Iran vs Selandia Baru (fifa.com)
Laga Iran vs Selandia Baru (fifa.com)

“Saya pikir tim kami adalah yang paling diopresi sepanjang Piala Dunia ini,” ujar Amir Ghalenoei dikutip dari laporan Fox Sport.

Kini pihak federasi sepak bola Iran berencana melayangkan protes formal kepada FIFA atas perlakuan tak menyenangkan selama Piala Dunia.

Menurut federasi sepak bola Iran, FIFA sebagai penyelenggara gagal memberikan keamanan dan jaminan perlakuan setara terhadap para peserta Piala Dunia.

“Federasi sepak bola Iran merasa perlakuan ini menyalahi prinsip kesetaraan dan berdampak pada persiapan tim jelang pertandingan,” tulis keteranga resminya.

“Karena itu, federasi sepak bola Iran akan melayangkan protes formal kepada FIFA atas kejadian ini,” jelasnya.

Meski demikian, Timnas Iran memastikan tetap akan mengikuti jadwal Piala Dunia dan bersiap menghadapi Belgia di laga grup G.