BERAU TERKINI – Kekayaan wisata bahari Kabupaten Berau selalu sukses memikat perhatian pelancong domestik hingga wisatawan mancanegara.

Menariknya, pemandangan akhir-akhir ini memperlihatkan fenomena unik.

Para wisman kini justru kerap terlihat sedang berjalan-jalan menikmati suasana perkotaan di sekitar Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, di tengah teriknya cuaca Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyebut adanya pergeseran tren sekaligus penurunan persentase kunjungan wisman asal Eropa beberapa waktu belakangan ini. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Wakil Bupati Berau, Gamalis.

Padahal, Bumi Batiwakkal biasanya menjadi destinasi favorit turis asal Eropa Barat, seperti Belanda, Italia, hingga Prancis.

“Bule dulu dengan bule hari ini sedikit terjadi penurunan,” ungkap Gamalis, Kamis (18/6/2026).

Gamalis menjelaskan, menyusutnya angka kunjungan turis Eropa dipicu oleh ketegangan geopolitik global di Timur Tengah.

Beberapa wilayah yang menjadi titik transit penerbangan internasional utama, seperti Qatar, Dubai, dan Arab Saudi, sempat terdampak situasi konflik.

Ketika ruang udara atau bandara transit tersebut ditutup, otomatis penerbangan menuju Asia ikut lumpuh. 

Akibatnya, banyak jadwal perjalanan turis Eropa ke Indonesia yang terpaksa dibatalkan sepihak meskipun mereka telah memesan tiket pesawat sejak jauh-jauh hari.

“Tetap masih ada cuma persentasenya sedikit berkurang,” katanya.

“Ketika itu ditutup penerbangan dari negara mereka ke Indonesia transit di negara timur tengah yang dibom oleh Iran itu ditutup, mereka batal,” tambah Gamalis.

Kendati pasar Eropa sedang lesu akibat kendala penerbangan, industri pariwisata Berau tidak lantas sepi. 

Kekosongan tersebut kini justru ditutupi oleh lonjakan pelancong yang berasal dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, seperti China, Korea Selatan, Jepang, hingga Malaysia.

“Makanya hari ini yang datang lebih banyak China, Korea Selatan, Jepang, orang Asia lah lebih banyak,” tandasnya. (*)