BERAU TERKINI – Keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Berau dinilai semakin menunjukkan peran strategisnya sebagai perekat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Tak hanya aktif menjaga keharmonisan antar suku di daerah, FPK Berau bahkan mulai mendapat pengakuan hingga tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Berau, M Hendratno, usai rapat persiapan Pagelaran Budaya 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Pancasila yang akan digelar pada 28 Juni mendatang.

Menurut Hendratno, kiprah FPK Berau saat ini telah menjadi rujukan bagi daerah lain. 

Forum yang beranggotakan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan perwakilan berbagai etnis tersebut kerap diundang sebagai narasumber dalam kegiatan-kegiatan kebangsaan di tingkat regional maupun nasional.

“FPK Berau ini sudah menjadi narasumber di berbagai kegiatan nasional. Bahkan belum lama ini juga dilibatkan dalam kegiatan di Kalimantan Utara. Artinya, apa yang dilakukan FPK Berau mendapat perhatian dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya kepada Berauterkini, Jumat (19/6/2026)

Ia menilai, sejak dibentuk, FPK telah berhasil membangun ruang dialog dan kebersamaan antar kelompok masyarakat yang berbeda latar belakang budaya.

Dampaknya, suasana sosial di Berau tetap terjaga kondusif meski dihuni masyarakat dari berbagai suku dan daerah di Indonesia.

“Alhamdulillah sejak FPK berdiri, suasana di Berau semakin sejuk. Tokoh-tokoh adat dan tokoh suku berkumpul dalam satu forum. Ini sangat penting karena Berau adalah daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang sangat beragam,” katanya.

Hendratno menegaskan, keberagaman yang dimiliki Berau harus terus dirawat agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan sumber perpecahan.

Karena itu, pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap berbagai program FPK melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Menurutnya, kontribusi FPK mungkin tidak selalu terlihat secara kasat mata. 

Namun, peran forum tersebut sangat terasa dalam membangun hubungan yang harmonis antar etnis serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

“Yang terpenting bukan sekadar kegiatannya, tetapi dampaknya. Hubungan antar suku semakin erat, komunikasi berjalan baik, dan nilai-nilai kebangsaan terus ditanamkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Melalui berbagai kegiatan, FPK secara konsisten menggaungkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Pagelaran Budaya 2026 yang tengah dipersiapkan bukan sekadar ajang menampilkan kekayaan budaya daerah.

Hendratno menegaskan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Berau.

“Kalau festival budaya pariwisata lebih berorientasi pada kunjungan wisata dan dampak ekonomi, maka kegiatan FPK ini lebih menekankan solidaritas, nasionalisme, patriotisme, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Inilah yang menjadi ruh dari kegiatan tersebut,” pungkasnya. (*/Adv)