BERAU TERKINI – Masyarakat Kabupaten Berau, khususnya di wilayah perkotaan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas LPG 3 kilogram dalam beberapa pekan terakhir.
Melalui media sosial, warga mengeluhkan stok elpiji melon yang kosong di warung-warung pengecer sejak hampir satu bulan lalu.
Ironisnya, jika pun ada warung yang memiliki stok, harganya melonjak drastis hingga menyentuh Rp45 ribu per tabung.
Angka ini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi yang ditetapkan sebesar Rp25 ribu.
Fitra Ramdan, seorang pedagang warung sembako, membenarkan, pasokan gas di warungnya saat ini sedang kosong.
Sebelumnya ia sempat mendapat pasokan, namun stok tersebut langsung ludes seketika karena menjadi rebutan warga.
“Kosong, jarang, kemarin ada tapi sebentar saja habis,” ungkap Fitra kepada Berauterkini, Rabu (17/6/2026).
Kondisi serupa diakui oleh pemilik Toko Akbar. Meski tidak sampai berminggu-minggu, ia mengaku sudah dua hari terakhir ini tidak bisa melayani pembeli elpiji melon karena kehabisan stok.
“Iya lagi kosong, baru 2 hari nda jual gas, kemarin ada masih,” katanya.
Kontras dengan kondisi di tingkat pengecer, situasi di salah satu pangkalan resmi LPG 3 kilogram di kawasan Tanjung Redeb terpantau normal.
Penjaga pangkalan mengungkapkan pasokan dari agen selalu datang secara rutin tanpa ada kendala.
Dalam sepekan, pangkalan mereka menerima pengiriman hingga tiga kali, sehingga praktis tidak pernah terjadi kekosongan stok di tempat mereka.
“Enggak, tempat saya datang terus kok, satu minggu tiga kali. Tapi enggak tahu ya kalau pangkalan-pangkalan yang lain,” ujarnya. (*)
