BERAU TERKINI — Sejumlah distributor hingga pedagang di Berau mengungkapkan ketersediaan pasokan susu Ultra High Temperature (UHT) mengalami kelangkaan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut terpantau dari pergerakan persediaan susu UHT di Toko Kue Jumi, di mana stok yang terpajang saat ini hanya menyisakan varian merek Diamond dan Ultra Milk rasa cokelat.
Salah satu karyawan di toko tersebut mengakui persediaan susu UHT untuk varian coconut memang sedang mengalami kekosongan total.
“Iya enggak ada. Adanya diamond sama ini aja (ultra milk cokelat),” ungkapnya kepada Berauterkini, Kamis (28/5/2026).
Kondisi serupa juga diakui manajemen Toko Kue 88. Pihak toko mengaku produk susu UHT varian coconut sudah cukup lama tidak kelihatan di etalase dan tidak lagi didistribusikan agen ke toko mereka.
Hilangnya produk ini diungkapkan Rivy, salah satu pengelola toko yang mengatakan, susu varian rasa kelapa sudah lenyap dari pasaran sejak sebelum Ramadan atau dalam kurun tiga bulan terakhir.

Namun, ia tidak mengetahui secara pasti apa penyebab utama di balik kelangkaan varian tersebut.
“Iya sudah lama enggak masuk. Sebelum puasa sudah enggak ada,” ujarnya.
Hal senada juga diungkap salah satu karyawan Toko Nuril Jaya, Rahmah, yang mengungkapkan produk susu UHT, terutama varian coconut, memang sudah lama tidak tersedia.
Bahkan, kekosongan pasokan tersebut sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Padahal, susu UHT varian rasa kelapa tersebut merupakan salah satu produk yang paling laris terjual, namun justru menjadi yang paling langka saat ini.
Pemandangan berbeda justru dirasakan pedagang kopi keliling, Damar, yang mengaku selama ini belum menemukan adanya tanda-tanda kelangkaan pada stok susu UHT yang biasa digunakannya untuk meracik minuman.
Berdasarkan informasi yang ia terima, pasokan susu UHT untuk kebutuhan berjualan di lapaknya langsung dibeli sang pemilik dalam jumlah banyak.
Skema pembelian grosir tersebut membuatnya kurang mengetahui secara pasti mengenai isu langka atau tidaknya varian tertentu di tingkat ritel.
“Dari bos langsung beli banyak, kurang tahu ya,” ujar Damar.
Sementara itu, pedagang es lainnya,Irawati, menilai, susu UHT di Berau sebenarnya tidak bisa dikategorikan langka.
Menurutnya, isu yang terjadi di lapangan saat ini murni adanya kenaikan harga jual, khususnya untuk produk susu UHT merek Diamond.
Dia menyebut, harga produk yang sebelumnya Rp21 ribu per karton, sekarang merangkak naik menjadi Rp23 ribu.
Bagi Irawati, tidak ada kelangkaan pada susu UHT karena sejauh ini ia masih bisa dengan mudah menemukan dan membeli dalam jumlah yang banyak.
“Enggak kalau menurut saya, karena kalau beli satu dus aja enggak beli banyak, tapi tetap ada,” katanya.
Di sisi lain, pemilik Kedai Kanne Kopi, Fauziyah, mengaku, operasional bisnisnya memang tidak menggunakan susu UHT varian coconut.
Namun, ia memberikan catatan, susu UHT merek Diamond varian fresh milk sempat menghilang dari peredaran dan sulit dicari pelaku usaha beberapa waktu lalu.
Dia juga mengungkap, varian Diamond sempat mengalami kelangkaan pada dua hingga tiga pekan yang lalu.
Meskipun kedai kopinya tidak memakai varian rasa kelapa, Fauziyah mengamini, varian coconut memang sudah sejak lama jarang tersedia di pasaran lokal.
Kondisi tersebut sama seperti kasus susu UHT varian stroberi yang distribusinya tergolong sangat jarang masuk ke Berau.
“Coconut jarang sih memang, sama kayak susu stroberi juga enggak ada masuk kan di Berau ini,” pungkasnya. (*)
